Amankan Nataru, Polisi Siapkan Lima Posko dengan 620 Personil

Di Posting Oleh madiuntoday

13 Desember 2018

MADIUN – Perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru) sebentar lagi. Berbagai kegiatan bakal tersaji. Mulai ibadah Natal hingga perayaan pergantian tahun baru. Potensi kerawanan tentu mengemuka. Persiapan pengamanan penting dan perlu dilakukan segera.

‘’Pada intinya, kegiatan tetap akan dilaksanakan. Mulai ibadah bagi yang melaksanakannnya atau kegiatan masyarakat yang diselenggarakan pemerintah saat perayaan tahun baru nanti,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu usai Rapat Koordinasi pengamanan Natal dan Tahun Baru, Kamis (13/12).

Nasrun mengaku sengaja menggelar koordinasi pengamanan sedari awal. Harapannya, segala potensi yang mengarah pada kerawanan segera dapat diantisipasi. Pihaknya, menyiapkan sekitar 620 personil untuk gelaran Nataru nanti. Kegiatan pengamanan terkonsep dalam gelaran Ops Lilin Semeru. Ops bakal dimulai 20 Desember 2018 dan berakhir 1 Januari 2019 mendatang.

‘’Secara prinsip kami sudah siap. Segala sesuatu pendukung kesiapan tengah kami persiapkan,’’ ujarnya.

Personil bakal terbagi dalam beberapa tugas. Mulai siaga di posko, berpatroli keliling, dan penyisiran di sejumlah lokasi rawan. Sterilisasi gereja dan tempat ibadah juga akan dilakukan. Nasrun menyebut ada sebanyak 58 gereja dan empat tempat ibadah di Kota Madiun. Sepuluh di antaranya gereja dengan kategori besar. Gereja tipe ini bakal mendapat perhatian khusus. Pihaknya, bakal menyiagakan lima anggota 24 jam. Petugas bakal diberlakukan sif. Jumlah personil tentunya bakal mendapat tambahan dari instansi lain. Mulai TNI maupun Satpol PP dan Linmas.

‘’Ada sejumlah fokus keamanan yang menjadi prioritas kami. Di antaranya, aksi teror, kekerasan, copet, pesta miras, seks bebas, hingga kepadatan lalu lintas dan laka lantas,’’ ungkapnya.

Sasaran pengamanan bukan hanya tempat ibadah dan pusat keramaian. Namun, juga rumah warga yang ditinggalkan kosong pemilik. Sebab, tidak menutup kemungkinan banyak masyarakat yang menghabiskan libur Nataru di luar kota. Nasrun berharap masyarakat semakin dewasa dalam menyambut dan merayakan Nataru. Salah satunya, dengan tidak menggelar konvoi atau melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain.

‘’Merayakan boleh. Tapi tentu tidak secara berlebihan dan tidak menggangu ketertiban umum,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2018

Artikel Terkait

Don`t copy text!