Sejak bergabung di Smada pada 2009, Toto telah merancang pengembangan TIK sekolah. (dhevit - madiuntoday)

MADIUN – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah keniscayaan yang tak dapat dihindari. Kebutuhan masyarakat terhadap hal inipun kian besar. Hampir sebagian besar waktunya tak dapat dipisahkan dari gawai dan internet.

Tak hanya orang dewasa, hal serupa juga terjadi pada anak-anak dan remaja. Tepatnya, mereka yang masih berstatus pelajar. Karena itu, perlu adanya pendampingan agar fasilitas internet tidak dikonsumsi secara berlebihan. Apalagi, malah menimbulkan dampak negatif.

Hal itulah yang dicermati oleh Toto Hutomo. Pengembangan bandwidth yang kian besar ditambah tingginya minat pelajar dalam mempelajari TIK ditangkap sebagai peluang oleh guru SMAN 2 Madiun itu. Khususnya, untuk mengasah kemampuan siswa agar semakin menguasai TIK.

‘’Siswa kami arahkan untuk menggunakan IT lebih jauh. Tak sekedar browsing, tapi juga bisa menghasilkan karya,’’ ujarnya.

Sejak bergabung di Smada pada 2009, Toto telah merancang pengembangan TIK sekolah. Upaya itu semakin kuat ketika dia ditunjuk sebagai pembina ekstrakurikuler komputer yang sejak 2 tahun ini berganti nama menjadi Personal Computer and Cinematography (PCC).

Melalui PCC, para anggota diajak untuk mengasah kemampuan dengan menciptakan karya. Baik di bidang videografi, fotografi, hardware, optimasi media sosial, dan desain grafis. ‘’Mereka menjadi media yang efektif untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,’’ tuturnya.

Meski masih sangat muda, berbagai penghargaan telah berhasil diraih oleh para anggota PCC. Antara lain, Juara 1 BNPT Video Festival pada 2017, Juara 1 Film Pendek Pekan Cukai Tembakau 2017, serta Karya Terbaik Jenjang SMA FSS 2017.

Menurut Toto, film hasil karya siswa selalu mengandung makna tertentu. Sehingga, para penonton juga bisa ikut meresapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Para anggota juga bertindak sebagai media publikasi terkait kegiatan yang sedang berlangsung di sekolah. Sehingga, saat ini PCC telah menjadi contoh rujukan TIK bagi sekolah-sekolah di Jawa Timur.

Baca juga:   Perajin Asal Kota Madiun Sulap Serbuk Kopi Jadi Pipa Rokok

Toto berharap, ke depan ekskul PCC dapat berkembang menjadi broadcasting. Khususnya, di wilayah SMAN 2 Madiun.

Tak hanya PCC, pengembangan TIK lainnya juga sedang digarap oleh Toto. Salah satunya, e-rapor yang saat ini sudah berjalan. Guru yang menjabat sebagai Satgas Dapodik Wilayah Jatim Bagian Barat itu
juga menyelenggarakan pelatihan kepada guru-guru untuk penggunaan internet. Nantinya, semua pembelajaran di sekolah akan terintegrasi secara digital.

Salah satu program yang dirancangnya saat ini adalah perpustakaan digital. E-book yang sedang dikembangkannya ini nantinya berisi buku-buku pelajaran siswa. Serta, buku-buku lain yang menjadi referensi pelajaran. Sehingga, ke depan tidak perlu lagi membawa buku ke sekolah. Semua bisa diakses melalui gawai masing-masing.

‘’Jadi, memegang gadget tidak lagi untuk main-main saja. Tapi bisa jadi sarana belajar. Ini juga memudahkan guru-guru yang harus meninggalkan pelajaran. Saat ada diklat, misalnya. Pelajaran tetap bisa disampaikan secara digital,’’ tegasnya.

Lebih lanjut, Toto menambahkan, kecanggihan TIK saat ini jangan dijadikan alasan pemicu dampak buruk bagi anak-anak. Justru, menjadi peluang untuk semakin meningkatkan prestasi.

‘’Hobi digital anak saat ini sangat besar. Pengembangan TIK di sekolah diharapkan mampu mengarahkan siswa untuk menggunakan internet secara positif. Selain itu, dapat menjadi bekal ilmu bagi mereka setelah lulus sekolah nanti,’’ tandasnya. (dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2018