Puluhan sepeda motor tersebut memang hasil penangkapan saat Ops Lilin Semeru 2018 yang dimulai 21 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019 lalu. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Larangan penggunaan knalpot brong pada kendaraan nyatanya kurang diindahkan masyarakat. Buktinya, masih saja ada pelanggaran terkait hal itu. Petugas Satlantas Polres Madiun Kota setidaknya berhasil mengamankan 54 kendaraan roda dua yang kedapatan menggunakan knalpot brong. Kendaraan terpaksa ditahan. Mengambilnya, harus memasang knalpot standarnya terlebih dahulu.

‘’Knalpot brong memang menjadi atensi kami selama Ops Lilin Semeru lalu. Karena suara keras yang dihasilkan knalpot brong dapat memicu konflik,’’ kata Kanit Turjawali Satlantas Kota Madiun Iptu Rohmad Subagyo, Senin (7/1).

Puluhan sepeda motor tersebut memang hasil penangkapan saat Ops Lilin Semeru 2018 yang dimulai 21 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019 lalu. Sejumlah pemilik kendaraan mulai melakukan penggantian mulai beberapa hari kemarin. Penggantian memang menjadi syarat mutlak agar kendaraan dapat diambil. Namun, pemilik hanya berhak mengganti. Pengambilan baru dapat dilakukan setelah sidang tilang.

‘’Untuk knalpot brong memang harus diganti terlebiih dahulu ke knalpot standarnya. Selama belum diganti sepeda motor tetap akan kami tahan walaupun sudah menjalani sidang tilangnya,’’ imbuhnya.

Subagyo menyebut pelanggaran utama memang terkait knalpot brong. Namun, sejumlah pelanggar yang tertangkap nyatanya juga melakukan pelanggaran lain. Mulai tak memiliki SIM hingga masalah helm. Penangkapan terbanyak saat malam tahun baru lalu. Tercatat sebanyak 24 pelanggaran yang terjaring hanya saat malam tahun baru. Sisanya, merupakan pelanggaran sejak dimulainya Ops Lilin Semeru hingga tanggal 31 Desember siang.

Baca juga:   Bakar Sampah, Suradi Nyaris Hanguskan Seisi Rumah

‘’Penindakan terpaksa kami lakukan karena langkah antisipasi dan sosialisasi sudah kami lakukan jauh-jauh sebelumnya. Termasuk sosialisasi kepada bengkel otomotif agar tidak melayani pemasangan knalpot brong,’’ ujarnya.

Penindakan, lanjutnya, bukan melalui razia. Namun, melalui patroli langsung. Pengendara yang kedapatan menggunakan kendaraan dengan knalpot brong langsung dihentikan dan dilakukan penindakan. Subagyo berharap pengendara jera. Pun, menjadi pelajaran bagi pengendara lain. Suara keras yang dihasilkan dari knalpot brong memang sepele. Namun, dari yang sepele tersebut dapat berujung masalah. Itu sudah terbukti disejumlah kejadian terdahulu.

‘’Prinsipnya masyarakat harus tertib. Ini penting. Tidak hanya soal knalpot. Tapi juga aturan lainnya,’’ pungkasnya. (agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019