MADIUN- Tak henti-hentinya pemerintah Kota Madiun mendapatkan tamu dari luar kota untuk menjadi jujukan studi banding mengenai inovasi dan pelaksanaan pemerintahannya. Hal ini menjadi bukti kinerja andal Pemkot Madiun yang telah diakui oleh daerah lainnya.

Seperti pada Kamis (10/1), bertempat di ruang 13 Balaikota Madiun. Rombongan Pemerintah Kabupaten Madiun dipimpin oleh Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Madiun Dra P Dyah Penta M.Hum beserta segenap perwakilan angota dari Bappeda, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinasi Kominfo, dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Rombongan dari Pemkab Madiun tersebut bertujuan untuk melakukan studi banding terkait dengan e-kinerja Kota Madiun yang sudah diterapkan Pemkot Madiun kepada ASN sejak awal 2018 yang lalu.

Kehadiran rombongan dari Pemkab Madiun tersebut disambut hangat oleh Plt Asisten II Administrasi Umum dan Kesra Ahmad Supriyadi. Dia mengatakan bahwa kedatangan rombongan dari Pemkab merupakan suatu kehormatan.

“Seperti kehadiran saudara tua. Ini merupakan sebuah kebutuhan bersama, maka dari itu mari sama-sama belajar untuk keberkahan bersama,” tuturnya dalam sambutan selamat datang kepada rombongan Pemkab Madiun.

E-kinerja, kata dia, merupakan sistem kepegawaian terpadu yang dapat menentukan pengawasan  sampai aktifitas pegawai negeri sipil (PNS), yang kemudian langsung  menentukan gaji setiap pegawai.

Baca juga:   Ragam Kiat DLH Jaga Kebersihan Kota Madiun

“Artinya setiap pegawai dapat memperoleh gajinya berbeda-beda setiap bulannya. Penghitungannya diukur dari tingkat kinerja tiap pegawai dalam dalam melaksanakan tugasnya. Ya, harapannya dengan diberlakukannya ini, tidak ada lagi yang namanya gratifikasi,” tegasnya.

Sekretaris Bappeda Kabupaten Madiun mengatakan bahwa dia sebagai wakil dari pemkab, bertujuan untuk belajar bagaiamana penerapan e-kinerja di Kota Madiun yang lebih dulu menerapkan sistem ini.

“ Rencananya di pemkab mulai 2019 menerapkan e kinerja. Memang di awal kami perlu melakukan pendalaman sebaik mungkin. Hingga nantinya, seperti apa langkah-langkah penerapannya bisa kita jalankan tanpa kendala dan masalah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Madiun membagikanbeberapa hal terkait e-kinerja yang sudah diterapkan kepada ASN. Diantaranya membahas mengenai dasar hukum pelaksanaan TPP dan UKK, proses pelaksanaan, penghitungan standar TPP dan UKK, hingga aplikasi yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai patokan TPP dan UKK.

Pemkot berharap jalinan silaturahmi yang semakin erat dapat terjalin setelah diadakan studi banding antar kedua daerah.
(rahmad/kus/diskominfo)

#100ThMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaMadiunKarismatik