BPS Sebut Kesejahteraan Masyarakat Kota Madiun Meningkat Selama 2018

MADIUN – Tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Madiun terus meningkat. Itu dibuktikan dari tingkat capaian pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian yang cenderung dalam tren positif selama 2018 lalu. Berdasar Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun Maret 2018 lalu, kesejahteraan masyarakat cenderung mengalami kenaikan.

‘’Secara umum ada peningkatan. Indikasinya banyak. Mulai perekonomian yang meningkat, kemiskinan yang turun, kualitas pendidikan dan kesehatan yang meningkat dan lain-lain,’’ kata Kepala BPS Kota Madiun Firman Bastian, Jumat (11/1).

Firman menyebut pendapatan masyarakat juga tercatat mengalami peningkatan. Namun, berbanding lurus dengan pengeluaran. Artinya, sifat komsumtif masyarakat juga meningkat. Pengeluaran rata-rata masyarakat untuk makanan berkisar Rp 363 ribu sebulan. Sedang, bidang non makanan berkisar Rp 814 ribu sebulan. Jika dirata-rata, pengeluaran masyarakat pada 2018 lalu berkisar Rp 1,4 juta. Artinya, setiap satu orang penduduk mengeluarkan biaya berkisar Rp 48 ribu dalam sehari untuk makanan dan non makanan.

‘’Pendapatan rata-rata masyarakat yang meningkat ini secara tidak langsung memperpendek jarak pemisah antara yang kaya dan yang miskin,’’ terangnya.

Tingkat sejehateraan, lanjutnya, juga dipengaruhi dari bidang pendidikan dan kesehatan. Pendidikan nyaris sudah menyentuh segala jenjang usia. Itu dapat terlihat dari angka partisipasi sekolah (APS) penduduk Kota Madiun yang menyentuh angka 100 persen untuk rentang usia-13-15 tahun. Sedang, pada rentang usia 16-18 tahun berkisar 95,03 persen. Artinya, masih ada pelajar yang tidak bersekolah sebesar 4,97 persen. Firman menyebut kebanyakan lantaran putus sekolah.

‘’Capaian melek huruf di Kota Madiun juga cukup tinggi. Mencapai 98,87 persen. Artinya, masih ada 1,13 persen yang buta huruf,’’ ujarnya.

Baca juga:   Bukan Cuma Nonton Film, Kalian Bisa Dapatkan Ini di CGV Cinemas PLM

Di bidang kesehatan, nyaris seluruh masyarakat Kota Madiun tercatat sudah memiliki jaminan kesehatan. Baik yang secara mandiri maupun bantuan pemerintah. Apalagi, pemerintah sedang menggalakkan program Universal Health Coverage (UHC). Sebelum adanya program ini, Pemkot sudah mengeluarkan program Jamkesmasta untuk menjamin masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan.

‘’Kesejahteraan juga diukur dari tingkat kepemilikan tempat tinggal. Sebesar 66,56 persen penduduk Kota Madiun memiliki tempat tinggal dengan status milik sendiri,’’ ungkapnya.

Firman menambahkan terdapat sejumlah indikator lain untuk mengukur tingkat kesejahteraan. Salah satunya, kemudahan akses internet. Ini penting karena internet sudah menjadi salah satu kebutuhan kini. Sebanyak 60,54 persen penduduk mengakses internet mulai usia lima tahun keatas. Penggunaan internet didominasi laki-laki dengan 63, 92 persen. Sedang dari tingkat pendidikan, pelajar SMP paling banyak menggunakan internet dengan 76,48 persen.

‘’Capaian ini wajar mengingat pemerintah daerah cukup perhatian dibidang ini dengan program internet gratis melalui wifi ribuan titik,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019