Prihatin Kondisi Alam, Ardianto Sebar Bibit Tabebuya

Kegiatan membagikan bunga sudah dimulai sejak 3 Desember lalu. (wshendro – madiuntoday)

MADIUN – Terlepas dari upaya pemerintah untuk melestarikan lingkungan, gerakan serupa juga digaungkan sejumlah masyarakat. Bahkan, tak sedikit di antaranya yang melakukannya tanpa pamrih apapun. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Ardianto.

Pria yang tinggal di Jalan Sari Mulya, Perum Rejomulyo, Kota Madiun ini berinisiatif membagikan bibit bunga secara gratis bagi warga yang menginginkan. Bukan bunga biasa, yang dibagikannya adalah Tabebuya.

‘’Awalnya dapat benih dari teman di komunitas pecinta tanaman dari Surabaya. Karena banyak, lalu saya bagikan,’’ tutur pria yang akrab disapa Azenk itu saat ditemui di rumahnya, Jumat (11/1).

Kegiatan membagikan bunga sudah dimulai suami dari Marahela ini sejak 3 Desember lalu. Dia mempromosikan bunganya melalui akun media sosial, seperti Facebook. Warga yang tertarik bisa langsung mengambil ke rumahnya.

Namun, sebelum itu Azenk telah melakukan giat penanaman Tabebuya di lingkungan sekitar rumahnya. Yakni, di sepanjang RW 10 Kelurahan Rejomulyo. Pada saatnya panen, wilayah itu akan ditumbuhi Tabebuya yang cantik dan rindang.

Kegiatan tersebut sengaja dilakukan pria kelahiran Madiun 14 Agustus 1982 itu karena kekhawatirannya terhadap kondisi saat ini dengan perubahan musim yang tak terduga dan menipisnya lapisan ozon. Agar keadaan bumi tidak semakin parah, Azenk memulainya dengan langkah kecil itu.

Menurut Azenk, 1 pohon Tabebuya mampu menyerap radikal bebas dan menggantinya dengan oksigen. Sehingga, lingkungan menjadi lebih sejuk. Selain itu, keindahan Tabebuya kini telah menjadi daya tarik tersendiri di sejumlah kota di Indonesia.

Lebih lanjut, Azenk menuturkan, proses menanam pohon Tabebuya cukup mudah. Benih disemai dulu sampai tumbuh menjadi bibit. Perlu waktu sepekan agar benih bisa menjadi bibit. Namun bagi warga yang menginginkan, Azenk biasanya membagikan bibit yang usianya sudah 2-3 minggu. ‘’Jadi yang menerima bisa langsung tanam,’’ imbuhnya.

Baca juga:   Lebih Dekat dengan Genoveva Alicia Karisa Sheilla Maya

Untuk perawatannya juga cukup mudah. Hanya perlu diberi pupuk organik secara teratur. Juga, ditempatkan di ruang terbuka yang cukup sinar matahari. Karena itu, banyak warga yang tertarik untuk menanam.

Meski demikian, Azenk juga pernah mengalami kejadian kurang mengenakkan. Bibit miliknya yang siap tanam dicuri orang. Bahkan, hingga 3 kali. Meski demikian, Azenk tetap berpikir positif. ‘’Mungkin ingin menanam tapi ndak berani bilang,’’ ujarnya.

Memang, setiap bibit pohon Tabebuya cukup bernilai ekonomis. Satu bibit bisa dihargai puluhan hingga ratusan ribu. Namun, Azenk memilih membaginya secara gratis. ‘’Karena mudah disemai, akhirnya timbul semangat berbagi. Kalau bisa berbagi, kenapa harus beli,’’ tegasnya.

Semangat Azenk untuk mempercantik dan merawat lingkungan dengan berbagai tanaman memang tak pernah padam. Selain Tabebuya, dalam waktu dekat dia akan mulai menyemai tumbuhan lainnya untuk dibagikan. Bunga Matahari menjadi pilihannya saat ini.

Azenk berharap, upaya yang dia lakukan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Setidaknya, di wilayah tempat tinggalnya saat ini. Yakni, di Kelurahan Rejomulyo. ‘’Semoga bisa jadi daya tarik wisata, spot selfie, bahkan membuat event seperti festival bunga,’’ harapnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019