Gerah Rumor Calo Nomor Antrian Loket, Dirut RSUD Kota Madiun Telusuri Sampai Tuntas

Di Posting Oleh madiuntoday

17 Januari 2019

MADIUN – Desas desus adanya calo nomor antrian loket RSUD Kota Madiun yang senter terdengar belakangan ini langsung mendapat atensi pihak rumah sakit. Direktur RSUD Kota Madiun Resti Lestanti sengaja turun langsung menelisik kepastian kabar tersebut. Resti memastikan kabar tersebut tidak benar.

‘’Memang ada komplain dari masyarakat terkait itu. Kalau dari petugas kami, saya pastikan itu tidak benar. Tetapi ini terus kami telusuri,’’ kata Resti, Kamis (17/1).

Direktur RSUD Kota Madiun Resti Lestanti.

Resti mengaku langsung menanyai petugas jaga setiap sif. Pun, tidak ada yang memberikan tiket diluar ketentuan. Penelusuran tidak cukup sampai disitu. Resti sengaja meminta data rekam medik dan mencocokkan dengan pasien melalui rekaman CCTV. Pemberian nomor antrian sudah sesuai dengan aturan main.

‘’Tetapi secara pribadi saya belum puas. Ini saya juga menghimpun data dari masyarakat yang memberi masukan. Ada dua nama yang disebut. Keduanya masyarakat sekitar rumah sakit. Pasti akan saya telusuri,’’ tegasnya.

Informasi yang diterimanya, dua oknum masyarakat tersebut mengantri untuk mendapatkan nomor antrian loket. Nomor kemudian dijual. Informasinya, keduanya dapat memberikan nomor antrian awal. Yakni, satu sampai sepuluh. Resti menyangsikan hal itu. Sebab, sudah banyak masyarakat mengantri saat pembagian nomor. Kegaduhan dipastikan terjadi kalau ada seorang masyarakat yang mendapatkan sepuluh nomor antrian sekaligus.

‘’Jangankan sepuluh nomor. Ada selisih satu nomor saja masyarakat sudah gaduh. Ini jelas tidak mungkin. Tetapi tetap akan kami telusuri sampai tuntas,’’ terangnya.

Sistem antrian pelayanan rumah sakit memang tengah menjadi pekerjaan rumah pihaknya. Butuh formula yang tepat. Sebab, pihaknya menerima 500 hingga 700 pasien setiap hari. Pemberian nomor antrian loket mulai dibuka pukul 04.00. Pihaknya pernah menerapkan sistem pengambilan nomor secara mandiri. Namun, banyak masyarakat mengambil lebih dari satu nomor. Sistem diubah. Nomor diberikan langsung petugas. Masyarakat mengantri dengan duduk dikursi yang sudah diberikan nomor.

‘’Kami sempat membuka layanan online khusus untuk poli gigi, THT, kulit, dan lab. Tapi nomor yang kami berikan diatas 30. Itu pun tidak maksimal. Hanya tiga sampai lima orang yang menggunakan layanan itu,’’ ujarnya sembari menyebut layanan online sementara ditiadakan.

Resti menambahkan terdapat pengecualian bagi pasien di atas 70 tahun. Mereka mendapat nomor khusus. Rata-rata terdapat seratusan pasien dengan jalur khusus ini. Ke depan, layanan khusus ini ditingkatkan menjadi layanan terpadu. Pelayanan dalam satu lokasi. Artinya, pasien tidak perlu berpindah-pindah lokasi. Ini penting mengingat usia pasien jalur ini sudah cukup tua.

‘’Prinsipnya kami terus berbenah demi pelayanan yang terbaik,’’ pungkasnya. (rahmad/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019

Artikel Terkait

Don`t copy text!