Hanya 0,04 Persen, Dinkes KB Gencar Perangi Gizi Buruk dari Hulu

MADIUN – Permasalahan gizi buruk rupanya masih terjadi di Kota Madiun. Namun, jumlahnya sangat kecil. Meski demikian, pemerintah kota melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana terus berupaya untuk menyelesaikan persoalan tersebut hingga 0 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun dr Agung Sulistya Wardani mengungkapkan, selama 2018 ditemukan tujuh kasus balita gizi buruk di Kota Madiun. Jika diprosentase, angkanya 0,04 persen dari 112.117 balita secara keseluruhan. ‘’Angka ini jauh di bawah angka minimal nasional maupun provinsi,’’ tuturnya, Selasa (22/1).

Meski kecil, bukan berarti penanganan kasus tersebut berhenti. Justru, Dinkes KB semakin giat untuk memberantas permasalahan itu sejak dari hulu. Sehingga, diharapkan ke depan tidak ada lagi balita yang mengalami gizi buruk.

Kekurangan gizi menyebabkan berbagai masalah terhadap anak. Menurut Children’s Defense Fund, anak-anak yang kekurangan asupan nutrisi berisiko menderita gangguan psikologis. Seperti, rasa cemas berlebih hingga ketidakmampuan belajar. Gizi buruk juga membawa dampak yang buruk bagi perkembangan dan kemampuan adaptasi anak pada situasi tertentu.

Gizi buruk juga menyebabkan anak-anak mudah letih, lesu, dan tidak dapat bergerak aktif. Akibatnya, mereka jadi sering melewatkan pelajaran. Hal ini tentu berdampak pada prestasi yang menurun. Bahkan, tidak naik kelas.

Baca juga:   Gelar Perjanjian Kinerja, Walikota Apresiasi Inisiatif Dinkes KB

Selain itu, anak tidak tumbuh optimal sesuai dengan usianya juga menjadi salah satu masalah yang ditimbulkan akibat gizi buruk.

Tak hanya itu, Wardani juga mengungkapkan bahwa anak-anak yang mengalami gizi buruk beresiko terserang penyakit lebih mudah. Kekurangan nutrisi menyebabkan sistem kekebalan tubuhnya terganggu. Sehingga, mudah terserang infeksi dan virus.

‘’Nanti setelah besar, anak-anak yang mengalami gizi buruk ini juga beresiko terserang penyakit tidak menular yang berbahaya. Misalnya, sakit jantung, stroke, hingga diabetes,’’ jelasnya.

Karena itu, Wardani mengimbau kepada orang tua untuk selalu memperhatikan kadar gizi bagi buah hatinya. Seperti, menyediakan makanan yang seimbang. Mulai dari karbohidrat, protein, lemak, dan mineral. ‘’Selain itu, selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat setiap hari,’’ tandasnya. (dhevit/irs/kus/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019