MADIUN – Musik akustik cukup banyak peminat di Kota Madiun. Terbukti, ratusan pengunjung hadir dalam Acoustic Festival yang digelar Pemkot Madiun melalui Dinas Komunikasi dan Informatika setempat, Jumat (25/1). Kesempatan ini tentu tak disia-siakan begitu saja. Bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Madiun, Pemkot sosialisasikan pesan cukai. Aturan cukai penting dipahami masyarakat lantaran cukai merupakan salah satu sumber pemasukan negara.

Sasaran sosialisasi cukai tidak hanya dari penggemar musik akustik yang datang. Namun, juga para pendengar setia Radio Suara Madiun. Selain disiarkan langsung melalui media sosial Pemerintah Kota Madiun, kegiatan juga disiarkan melalui Radio Suara Madiun yang mengudara di 93 FM. Acara memang sekaligus peringatan hari jadi ke-14 Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Madiun. Tak heran, ratusan Sahabat Suara Madiun -sebutan pendengar setia Radio Suara Madiun- tumplek blek dalam acara. Penampilan Arda Naff kian menjadi magnet tersendiri dalam kegiatan.

“Cukai merupakan ketentuan pemerintah. Sudah sewajarnya kami turut mensosialisasikannya. Melalui acara ini kami berharap pesan cukai tersampaikan secara maksimal,” kata Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun Subakri, Jumat (25/1).

Pesan cukai disampaikan dengan beragam cara. Mulai tulisan banner yang terpampang disejumlah titik di lokasi kegiatan. Berbagai macam stiker hingga pesan secara langsung yang disampaikan pembawa acara. Pesan disampaikan secara kontinyu. Harapannya, tertanam dalam hati peserta, pengunjung maupun penonton yang melihat melalui siaran langsung media sosial Pemkot Madiun dan pendengar setia Radio Suara Madiun. Subakri menambahkan sosialisasi dengan media seperti ini dinilai lebih mengena dibanding cara konvensional.

“Pemahaman akan aturan cukai penting. Bukan hanya bentuk kontribusi kepada negara. Tapi juga kepada masyarakat. Karena sebagian dana cukai kembali kepada masyarakat. Kegiatan ini salah satu wujudnya,” imbuhnya.

Baca juga:   Ingin Tahu Keaslian Pita Cukai, Lihat Sebelas Ciri Ini…

Pelaksana Pemeriksa Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Madiun David Julian Ichtiano mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kominfo. Sebab, even sangat menarik. Tak heran, sosialisasi kian mengena. David menambahkan terdapat tiga barang wajib cukai yang beredar di tanah air. Yakni, etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol, dan hasil tembakau. Hasil tembakau paling banyak beredar. Di antaranya, rokok, klobot, tembakau iris, dan hasil tembakau lainnya. Terbaru, rokok elektrik juga wajib cukai.

“Barang-barang ini wajib kena cukai karena produksinya harus dibatasi dan peredarannya harus diawasi karena pengkonsumsiannya menimbulkan dampak negatif,” jelasnya.

Selain itu, terdapat beragam hasil tembakau yang wajib kena cukai. Di antaranya, tembakau hirup, tembakau kunyah, hingga essen dan ekstrak tembakau. Masyakarat wajib tahu. Memperjual-belikan rokok wajib membayar cukai. Sebaliknya, melanggar ketentuan cukai, pidana menanti.

David berpesan jangan membeli rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu, dan berpita cukai tidak sesuai peruntukan.

“Dua persen dana cukai dikembalikan kepada masyakarat. Seperti untuk pembiayaan kegiatan seperti ini. Semakin besar pemasukan cukai kepada negara, semakin besar pula dana yang dikembalikan kepada masyarakat,” ungkapnya sembari berharap masyarakat turut melaporkan jika menemukan rokok ilegal. (ws hendro/dhevit/rahmad/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.

#tolakcukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019