Ada Lima Warna Kertas Surat Suara. Sudah Tahu Bedanya?

Di Posting Oleh madiuntoday

29 Januari 2019

MADIUN – 77 hari menjelang gelaran pesta demokrasi terbesar di Indonesia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun kian gencar mensosialisasikan informasi-informasi yang berkaitan dengan pemilihan umum (pemilu) serentak April mendatang.

Salah satu yang wajib diketahui oleh masyarakat luas adalah adanya lima warna kertas suara yang disediakan untuk calon pemilih. Divisi Sosialisasi KPU Kota Madiun Rokhani Hidayat mengatakan, lima warna kertas suara tersebut mewakili calon yang akan dipilih.

Klik gambar untuk memperbesar.

“Warna abu-abu untuk memilih presiden dan wakil presiden, warna kuning untuk memilih DPR RI, warna merah untuk memilih DPD RI, warna biru untuk DPRD Provinsi, dan warna hijau untuk DPRD Kabupaten atau Kota,” jelasnya.

Saat sudah mendapatkan lima surat suara, lanjutnya, yang harus dilakukan adalah mengecek surat suara apakah ada yang rusak atau tidak. “ Tentunya mengecek sesaat setelah masuk bilik suara. Kalau ada yang rusak disampaikan ke petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Rokhani menjelaskan, nantinya terdapat perbedaan dalam pemberian surat suara. Bagi pemilih yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) maupun daftar pemilih khusus (DPK) akan mendapatkan lima surat suara.

Sedangkan untuk pemilih yang masuk ke daftar pemilih tambahan (DPTb), akan mendapatkan kurang dari lima surat suara karena berbeda daerah pilihan.

Secara rinci Rokhani menjelaskan, perbedaan dari warna dan desain surat suara pada Pemilu 2019 sebagai bagian dari sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat pemilih.

Pertama, warna Abu-abu untuk surat suara pilihan presiden dan wakil presiden (pilpres). Terdiri dari surat suara pasangan calon pilpres dengan ukuran 22 x 31 cm. Surat suara pilpres berbentuk lembaran empat persegi panjang yang terdiri atas dua bagian yaitu bagian luar dan bagian dalam.

Kedua, warna Kuning untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) sesuai dengan jumlah daerah pemilihan anggota DPR. Berukuran 51 x 82 cm. Surat suara pemilu anggota DPR berbentuk lembaran empat persegi panjang yang terdiri atas dua bagian yaitu bagian luar dan bagian dalam. Selain itu, tidak terdapat gambar wajah dari calon anggota DPR RI.

Ketiga, warna Merah surat suara pemilu untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) yang terdiri atas surat suara untuk pemilu anggota DPD. Berbentuk lembaran empat persegi panjang, vertikal/horizontal terdiri dari dua bagian yang disebut bagian luar dan bagian dalam dan terdapat gambar wajah dari setiap calon anggota DPD RI.

Keempat, warna Biru surat suara pemilu untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRD Provinsi) sesuai dengan jumlah daerah pemilihan anggota DPRD Provinsi. Berbentuk lembaran empat persegi panjang, vertikal terdiri dari dua bagian yang disebut bagian luar dan bagian dalam dan tidak terdapat gambar wajah dari calon anggota DPRD Provinsi.

Kelima, warna Hijau surat suara pemilu untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota (DPRD Kabupaten/Kota) sesuai dengan jumlah daerah pemilihan anggota DPRD Kabupaten/Kota dengan ukuran 51 x 82 cm. Surat suara Pemilu Anggota DPRD Kabupaten/Kota berbentuk lembaran empat persegi panjang, vertikal terdiri dari dua bagian yang disebut bagian luar dan bagian dalam dan tidak terdapat photo dari calon anggota DPRD Kabupaten/Kota. (dhevit/kus/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019

Artikel Terkait

Thamrin Jadi Satu Arah, Ini Skema Pengalihan Arus Jalan di Kota Madiun

Thamrin Jadi Satu Arah, Ini Skema Pengalihan Arus Jalan di Kota Madiun

MADIUN – Penyesuaian akses lalu lintas di Kota Madiun terus dilakukan. Rapat koordinasi (Rakor) terkait akses lalu lintas dari dan ke Kota Pendekar kembali digelar, Sabtu (4/4). Bertempat di Dinas Perhubungan Kota Madiun, Rakor menghasilkan sejumlah kebijakan baru....

Don`t copy text!