SURABAYA – Berbagai program dan kebijakan yang dijalankan oleh Pemkot Madiun dalam bidang ketenagakerjaan telah membawa dampak yang baik bagi masyarakat. Tak hanya meningkatkan produktivitas perusahaan, tetapi juga menjamin keselamatan dan keamanan para pekerja.

Atas upaya ini, Pemprov Jawa Timur memberikan apresiasi. Yakni, berupa penyerahan penghargaan pembina K3 kepada Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto. Serta, penghargaan zero accident dan penerapan sistem manajemen K3 bagi perusahaan. Juga, penyerahan penghargaan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS kepada perusahaan periode 2018.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (1/2). Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Dr. Heru Tjahjono mewakili Gubernur Jatim Soekarwo menyerahkan penghargaan kepada bupati/walikota serta perusahaan yang terpilih.

”Industri menghadapi tantangan baru di era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan penggunaan mesin menggantikan manusia. Perubahan struktur dalam perusahaan itu agar lebih efektif, efisien, dan produktif. Tapi, hal itu tidak berarti jika keselamatan kerja sebagai aspek penting tidak terpenuhi,” ujar Sekdaprov Dr Heru Tjahjono mengawali sambutan.

Untuk itu, produktivitas yang tinggi saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan upaya menjaga keamanan dan keselamatan para pekerja. Hal itu pula yang mendorong Pemprov Jatim untuk memberikan penghargaan bagi perusahaan yang berhasil menerapkan sistem tersebut.

Penghargaan juga diberikan kepada kepala daerah dengan maksud dan tujuan agar dapat meningkatkan semangat mereka dalam membina K3 di wilayahnya masing-masing. Serta, mendorong daerah lainnya untuk maju dan berkembang.

Terkait HIV/AIDS, Heru mengimbau semua pihak untuk berpartisipasi dalam penanggulangan dan pencegahannya. Terutama, di tempat kerja. Sehingga, ke depannya tidak ada lagi masyarakat di Jatim yang mengalaminya.

Baca juga:   Sunday Market Lancar dan Aman, Pemkot Gelar Yasinan Sebagai Wujud Syukur Kepada Tuhan

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Jatim Dr Himawan Estu Subagijo memaparkan, ada 10 bupati/walikota yang menerima penghargaan Pembina K3. Selain Kota Madiun yakni Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Lamongan, Tuban, Mojokerto, Malang, dan Kabupaten Blitar.

Kemudian, untuk perusahaan yang menerima penghargaan zero accident ada 331 perusahaan. 12 di antaranya ada di Kota Madiun. ”Kenaikan mencapai 20,1 persen dari tahun sebelumnya. Sebarannya pun meningkat. Jika tahun lalu hanya 25 kota/kabupaten, tahun ini mencapai 31 kota/kabupaten. Ada harapan akan meningkat lagi di tahun depan,” paparnya.

Selanjutnya, perusahaan yang mendapatkan penghargaan sistem manajemen K3 di wilayah Jatim pada 2019 sebanyak 265 perusahaan. Hal ini meningkat signifikan 264 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 84 perusahaan. Sebarannya ada di 32 kabupaten/kota. Ini juga mengalami peningkatan sebanyak 20 persen.

Sedangkan, untuk perusahaan yang berhasil melakukan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS ada 31 perusahaan yang terbagi di 17 kabupaten/kota. ”Naik 8 persen dari tahun lalu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Himawan menuturkan, Pemprov Jatim telah membentuk dewan K3 provinsi pada 2018. Tugasnya, memberikan saran dan pertimbangan kepada gubernur terkait kebijakan ketenagakerjaan. Dewan ini terdiri atas elemen pemerintah, pengusaha, akademisi, organisasi profesi, dan serikat pekerja.

Himawan berharap, ke depan semakin banyak daerah maupun perusahaan yang menerapkan K3. Juga, turut membantu mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS. (WS Hendro/irs/diskominfo)