MADIUN- Lagu the lion sleeps tonight menggema di seantero ruangan SDN 02 Mojorejo, Kota Madiun. Seiring dengan alunan lagu, sesosok gadis kecil mengenakan baju putih merah melangkah penuh percaya diri masuk ke dalam lingkaran tempat siswa-siswa sekolah percontohan tersebut berkumpul.

“Selamat pagi teman-teman,” ucap Tesalonika Bala sembari melambaikan tangan kepada puluhan teman-temannya yang sudah menunggunya untuk bercerita. Dengan menggunakan topi berbentuk singa di atas kepala, Tesa sapaan akrabnya, memulai bercerita tentang kisah singa dan tikus yang saling bermusuhan.

Dengan piawainya, gadis kelas dua itu menceritakan satu per satu kisah dongeng yang telah dipelajarinya hanya dalam satu minggu. Kepercayaan dirinya saat bercerita membuat decak kagum rombongan tim common sense survey yang datang dalam rangka usulan pemberian penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, pada Selasa (12/2).

Seperti yang disampaikan oleh Ir. Moh. Yuliarto, dia mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi prestasi yang dimiliki sekolah, maupun siswa-siswi.

“Kami tadi ditunjukkan kemampuan anak kelas 2 yang memiliki keberanian untuk mendongeng di hadapan sekian banyak orang. Menurut kami, ini merupakan hal yang bagus,” ungkapnya.

Selain itu, dia mengatakan bahwa dongeng yang diberikan kepada siswa untuk siswa tersebut adalah salah satu inovasi dalam bidang pendidikan yang masih jarang dimiliki oleh kota lainnya.

SDN 02 Mojorejo ini, seperti yang diketahui, telah berhasil melahirkan inovasi Dongeng Pagi Hari (Dopari) yang berhasil masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik terbaik tingkat nasional beberapa waktu lalu.

Baca juga:   Belajar Mengenal Profesi, SLB PGRI Kawedanan Kunjungi Damkar Kota Madiun

“Kedatangan kami tentunya dalam rangka ingin memastikan bahwa inovasi-inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah (pemda) terhadap institusi-institusi lembaga yang ada di bawah pemda. Salah satunya adalah sekolah ini,” terangnya.

Ketua tim penilaian tersebut juga mengatakan, bahwa inovasi ini sangat menarik. Bagaimana anak SD diajarkan untuk tampil dihadapan guru maupun teman-temannya dengan penuh percaya diri.

“Ini merupakan sebuah keberhasilan peran pemerintah, walikota, khususnya kepala dinas pendidikan, dan segenap elemen yang ada sampai bisa seperti ini,” ungkapnya.

Tak hanya meninjau Dopari, inovasi lain yang juga ditinjau oleh tim penilai adalah bus sekolah yang baru saja dimiliki oleh Pemerintah Kota Madiun. Para tim penilai menaiki bus yang memang dikhususkan bagi siswa-siswi sekolah yang ada di Kota Karismatik.

Hal di atas menunjukkan bahwa Kota Madiun memiliki bermacam inovasi yang dikhususkan pada bidang pendidikan, guna meningkatkan mutu dan kualitas siswa-siswi. (kus/lucky/iko/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019