MADIUN – Tim Common Sense Survei Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah yang berkunjung di Kota Madiun, Selasa (12/2) meninggalkan berbagai kesan. Tim yang dari petugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKB) Provinsi Jawa Timur yang melakukan penilaian kinerja pemerintah daerah tersebut memang tidak hanya mengumpulkan data dan materi. Namun, juga pengamatan langsung ke sejumlah pelayanan yang menjadi indikator penilaian. Setidaknya, tim mengunjungi empat lokasi di Kota Madiun sepanjang survei.

Yakni, SDN 02 Mojorejo Madiun, Puskesmas Oro-oro Ombo, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi dan Usaha Mikro (DPMPTSP KUM), dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Madiun. Ketua Tim Common Sense Survei Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Moh Yuliarto menyebut keempat pelayanan dasar yang disajikan ini memiliki keunikan dan inovasi tersendiri.

‘’Pertama kami mengunjungi SDN 02 Mojorejo sebagai indikator pendidikan. Ada yang menarik di sana. Saya melihat dan cukup terkagum melihat anak SD, baru kelas 2, tapi memiliki keberanian di depan umum yang luar biasa. Dia menyampaikan cerita dengan sangat percaya diri dihadapan guru, teman-teman dan lainnya yang berjumlah 500 an orang lebih. Ini tentu tidak mudah. Tapi anak ini berhasil menyajikan dengan baik,’’ kata Yuliarto saat jamuan makan siang sekaligus pelepasan tim penilai di Aston Hotel, Selasa (12/2) siang.

Hal itu, kata dia, tentu tidak datang begitu saja. Namun, berkat peran pemerintah terutama kepala daerah dalam memberikan program dan kebijakan di bidang pendidikan. Ini penting lantaran pendidikan merupakan pelayanan dasar. Pemerintah baik dinas terkaitnya harus selalu memunculkan ide kreatif dan inovasi demi peningkatan kualitas serta menjawab tantangan ke depan yang semakin kompleks. Kota Madiun, lanjutnya, sudah melakukan itu. Terbukti dengan munculnya inovasi Dongeng Pagi Hari (Dopari) di SDN 02 Mojorejo tersebut.

Baca juga:   Rekom Provinsi Turun, 19 Bangunan Siap Berstatus Cagar Budaya

‘’Di bidang kesehatan, kami juga melihat pelayanan yang baik di Puskesmas Oro-Oro Ombo Kota Madiun. Mulai kesehatan gratis, layanan jemput bola, dan pelayanan yang lancar tanpa harus berdesak-desakan,’’ ungkapnya.

Yuliarto dan rombongan juga melihat hal sama saat berkunjung di Dispendukcapil kota setempat. Layanan administrasi kependudukan berjalan lancar. Tempat antrian yang nyaman. Masyarakat juga antusias mengikuti program layanan yang dijalankan. Petugas langsung membantu ketika terdapat masyarakat yang kesulitan. Selain itu, banyak layanan jemput bola yang diberikan.

‘’Sedang di dinas perizinan, kami langsung disuguhkan dengan rasa nyaman. Kantornya harum seperti nama kepala dinasnya,’’ ujar Yuliarto disambut tepuk tangan hadirin.

Yuliarto menyebut pihaknya melakukan penilaian secara professional. Artinya, tidak ada yang dikurangi maupun ditambah. Penilaian apa adanya. Hasil penilaian akan dikaji tim di Kemendagri. Penilaian ini sebagai syarat penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha saat Hari Otonomi Daerah, 25 April mendatang.

Walikota Sugeng Rismiyanto menyebut pihaknya selalu menekankan pemerintah merupakan pelayan masyarakat. Hal itu, bukan sekedar tulisan belaka. Namun, semangat untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat. Ini terbukti efektif. Berbagai inovasi terus lahir hingga berbuah penghargaan. Walikota berharap semangat melayani ini terus digelorakan. Namun, tetap sesuai aturan.

‘’Panglimanya adalah aturan. Semua yang dilakukan harus berdasar aturan yang berlaku. Jangan cepat puas dan harus terus berinovasi,’’ pesannya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019