MADIUN – Penilaian tim Common Sense Survei Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah di Kota Madiun dilakukan secara menyeluruh. Setelah diterima Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto di Balaikota, Selasa (12/2), tim yang terdiri dari petugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKB) Provinsi Jawa Timur tersebut langsung melanjutkan dengan survei lapangan. Enam indikator penilaian ditinjau langsung. Salah satunya, bidang kesehatan.

Tim mengunjungi Puskesmas Oro-Oro Ombo untuk bidang kesehatan di Kota Madiun. Tujuannya melihat langsung pelayanan dan inovasi kesehatan di sana. Benar saja, tim cukup terkesima dengan pelayanan yang ada. Mulai gedung pelayanan yang bersih, ruang tunggu yang nyaman serta inovasi pelayanan. Mulai ambulan gratis dan Lembar Informasi untuk Calon Pengantin Agar Masa Depan Keluarga Wilujeng (Liontin Mas Kawin).

‘’Pada prinsipnya kami ingin memastikan apa yang sudah dicapai Pemerintah Kota Madiun dengan melihat langsung faktanya di lapangan. Khusus bidang kesehatan, pelayanan dan inovasinya cukup bagus,’’ kata ketua Tim Common Sense Survei Moh Yuliarto.

Program kesehatan, kata dia, sudah cukup apik. Pemkot setempat sudah memberikan jaminan kesehatan secara menyeluruh. Baik mereka yang kaya maupun miskin jika mau mendapatkan pelayanan di kelas tiga akan ditanggung Pemerintah Kota Madiun. Selain itu, pemkot setempat juga aktif dengan melakukan jemput bola melalui ambulan gratis 24 jam. Setiap masyarakat yang sakit dapat memanfaatkan program ini secara gratis.

‘’Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Program Kota Madiun tidak hanya menyediakan, tapi juga memberikan pelayanan optimal dengan jemput bola,’’ ujarnya.

Baca juga:   Dekatkan Layanan KB, Pemkot Gelar Safari KB

Selain bidang kesehatan, pihaknya juga menilai bidang pendidikan, pelayanan administrasi kependudukan, dan perizinan. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga disambangi. Penilaian ini menjadi dasar penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha yang rencananya akan diberikan saat Hari Otonomi Daerah, 25 April mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun Agung Sulistya Wardani menyebut pihaknya sengaja mengajak tim berkunjung di Puskesmas Oro-oro Ombo. Sebab, posko ambulan 24 jam berada di puskesmas tersebut. Selain itu, Puskesmas Oro-oro Ombo juga memiliki berbagai inovasi pelayanan. Seperti Liontin Mas Kawin, Call Center Pelayanan HIV dan AIDS hingga klinik upaya berhenti merokok. Namun, bukan berarti puskesmas lain tidak memiliki inovasi. Wardani menyebut pihaknya memiliki enam Puskesmas yang secara fasilitas merata. Seperti Puskesmas Manguharjo yang berhasil merebut Puskesmas terbaik tingkat Jawa Timur 2018 lalu.

‘’Prinsipnya kami terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semoga dengan apa yang kami lakukan ini berbuah manis. Tak hanya, pelayanan kepada masyarakat yang meningkat. Tapi juga turut menyumbang poin dalam penilaian,’’ ungkapnya. (farid/agi/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019