Puluhan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan relawan Tagana Kota Madiun pun bahu-membahu membersihkan puing reruntuhan. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Hujan deras disertai angin dalam satu bulan terakhir diduga menjadi penyebab robohnya salah satu bagian rumah di Jalan Mojopahit Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo, Selasa (19/2).

Puluhan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan relawan Tagana Kota Madiun pun bahu-membahu membersihkan puing reruntuhan setelah mendapatkan pemberitahuan dari warga sekitar.

Supriyarso, pemilik rumah tersebut, menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi bersamaan dengan adzan Subuh. Dia dan keluarganya dikagetkan bunyi gemuruh yang berasal dari belakang rumah. Setelah dicek, rupanya ruangan dapur mereka telah rata dengan tanah.

”Sekitar jam 4 pagi tadi. Temboknya dulu yang roboh. Setelah itu atapnya langsung brek ambruk ke bawah,” tutur pria 54 tahun itu.

Menurut Supriyarso, bangunan dapur di rumahnya itu memang sudah cukup tua. Terakhir direnovasi 15 tahun lalu. Saat hujan beberapa waktu terakhir ini, area tersebut juga selalu tergenang air.

Baca juga:   Sedang Gladi Kotor HUT, Petugas Damkar Tetap Siaga Bantu Masyarakat

Selain dapur, ruangan di bagian belakang rumah itu juga difungsikan untuk memelihara ayam. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan besar kerugian yang diderita keluarga penjual rujak petis itu. Namun, Supriyarso bersyukur tidak ada anggota keluarganya yang terluka atas peristiwa tersebut.

”Sementara dapurnya pindah ke warung di depan sebelum dapur diperbaiki,” imbuhnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019