MADIUN – Iming-iming menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ternyata masih menjadikan sebagian orang terlena. Seperti MN warga Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun ini. Hanya lantaran janji manis menjadi pegawai honorer di bawah Kementerian Agama di Kota Madiun, MN terhanyut hingga menyerahkan duit Rp 53 juta lebih kepada Ari Huda, sang calo. Duitpun lenyap. Janji pekerjaan yang diberikan tak kunjung datang. MN lantas melapor kepada petugas.

Batang hidung Ari Huda, 48, warga Jombang ini akhirnya diperlihatkan petugas Polres Madiun Kota saat press release, Rabu (20/2). Ari ditangkap di rumah mantan istrinya di daerah Magetan beberapa waktu lalu. Di hadapan petugas, Ari yang sejatinya pekerja serabutan itu mengaku sudah tiga kali melakukan penipuan berkedok dapat memberikan pekerjaan sebagai PNS. Dua korban lain merupakan warga Magetan.

‘’Tersangka menyakinkan korban dengan mengaku memiliki kenalan orang dalam. Orang tersebut dapat memberikan pekerjaan. Tentu dengan membayar sejumlah uang,’’ jelas Kanit Pidana Ekonomi (Pidek) Polres Madiun Kota Iptu Sujarno.

Korban, kata dia, tidak mengenal tersangka pada awalnya. Tersangka merupakan salah seorang teman saudara korban. Pertemuan itu akhirnya terjadi pada awal 2016 lalu. Bak marketing professional, tersangka menyakinkan korban. Tersangka juga menjanjikan uang kembali utuh jika pekerjaan yang dimaksud tak didapat. Korban mulai memberikan uang pelicin secara bertahap hingga terkumpul puluhan juta.

Baca juga:   Mengenang Letusan Kelud 2014 Silam, Kota Madiun pun Tertutup Kabut Kelam

‘’Korban ini dijanjikan menjadi pegawai honorer terlebih dahulu. Tetapi nanti bisa diangkat menjadi PNS. Tetapi ditunggu dua tahun lebih janji itu tak pernah terbukti,’’ terangnya sembari menyebut korban dijanjikan menjadi PNS pada 2016 lalu.

Kesabaran korban akhirnya habis jua hingga melaporkan kejadian penipuan itu akhir Januari 2019 lalu. Petugas langsung bergerak cepat. Penelusuran dilakukan hingga mendapati tersangka di Magetan. Tanpa ba bi bu, petugas menjemputnya. Bukti transfer menjadi salah satu barang bukti.

‘’Setelah kami telusuri, orang dalam yang menjadi kenalan tersangka ini juga tidak ada atau hanya akal-akalan untuk menyakinkan korban-korbannya,’’ Pungkasnya sembari menyebut tersangka terancam pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019