Peduli, Mbah Gober Latih Anak Muda Jadi Atlet Pesepeda

MADIUN- Untuk menciptakan jiwa-jiwa atlet di bidang sepeda, ternyata tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah ataupun orang-orang yang berkecimpung di dunia olahraga.

Hal inilah yang coba ditunjukkan oleh Bambang Setyo Prasongko. Pria yang akrab disapa Mbah Gober ini adalah seseorang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lahirnya generasi baru atlet-atlet sepeda di Kota Madiun.

Dibuktikan dengan upayanya melatih anak-anak yang memiliki potensi untuk menjadi atlet sepeda.

“Awalnya itu lihat anak-anak sepedaan di jalan, kok kepikiran mereka ada potensi dan kalau tidak diarahkan nanti ya percuma. Akhirnya saya tawari untuk melatih mereka,” terangnya.

Selama ini, Mbah Gober melatih anak-anak tersebut bersepeda dengan menggunakan alat-alat berat yang dibuatnya sendiri. Dia mengatakan, awalnya alat tersebut digunakan sebagai latihan anaknya.

“Karena anak saya dulu mantan atlet sepeda Kota Madiun, saya yang ngelatih sendiri di rumah jadi daripada alatnya terbengkalai makannya saya gunakan saja untuk latihan lagi,” ucapnya.

Alat-alat yang dibuatnya sendiri adalah roll dan kincir. Pria yang tinggal di jalan Kriya Mulya ini mengatakan, alat roll dibuat dari bahan besi yang di las, kemudian digabungkan dengan pipa.

Lain lagi dengan alat yang bernama kincir, Mbah Gober mengaku bahwa bahan dari kincir dibuatnya dari sebuah talenan plastik.

“Jadi talenan itu saya potong-potong sama bentuknya, saya rangkai menyerupai kincir angin. Gunanya itu nanti di atasnya ditaruh sepeda yang sudah dicopot ban belakangnya. Lalu nanti sepeda dikayuh di atas alat itu,” jelasnya.

Baca juga:   Fulgentius Dio, Lettu Penerbang Termuda Saat Akrobatik Udara Rangkaian Serah Terima

Kedua alat tersebut, lanjutnya, memiliki fungsi yang berbeda. Jika roll memiliki fungsi untuk melatih kekuatan otot, kincir berfungsi untuk melatih kecepatan kaki saat mengayuh sepeda.

Menjadi pelatih untuk atlet sepeda sudah dilakoninya sejak 2011 yang lalu. Saat itu, rutin dia melatih anaknya untuk dapat menjadi atlet berprestasi.

Tak heran, berkat keuletannya dalam melatih tersebut, Mbah Gober mampu membawa anaknya untuk mengikuti kejuaraan pekan olahraga provinsi (Porprov).

“Ya karena sekarang anak saya sudah kuliah, kan sudah jarang digunakan latihan alatnya. Jadi daripada terbengkalai ya saya gunakan untuk melatih anak-anak itu” ujarnya.

Total, sebanyak empat anak usia SMP rutin menjalani latihan sepeda di rumah Mbah Gober.

“Harapan saya dari sini mereka bisa mengasah kemampuannya. Sudah ada kemauan, kalau tidak ada yang melatih ya kasihan. Semoga nantinya mereka bisa menjadi atlet profesional di bidang sepeda,” tandasnya.
(kus/ayu/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019