MADIUN- Masa kampanye peserta pemilu 17 April mendatang, jadi perhatian khusus bagi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Madiun. Terutama, terkait pelanggaran kampanye. Pasalnya, tak hanya merugikan, lebih dari itu pelanggaran yang terjadi dapat menciderai demokrasi.

Ketua Bawaslu Kota Madiun Kokok Heru Purwoko menuturkan, terdapat beberapa pelanggaran dilakukan selama masa kampanye yang sudah digelar sejak 22 September 2018 lalu. Diantaranya adalah, pelanggaran pemasangan APK (alat peraga kampanye) dan peserta pemilu yang tidak mendaftar STTP (surat tanda terima pemberitahuan).

“Selain itu, pelanggaran paling sering yang dilakukan pada masa kampanye yakni beberapa peserta pemilu masih banyak yang melibatkan anak-anak di bawah umur,” ungkap Kokok.

Senada dengan pernyataan di atas, psikolog asal Kota Madiun Dian Ratnaningtyas, M.Psi., Psi. mengatakan bahwa keterlibatan anak di bawah umur dalam kampanye, kata dia, merupakan pelanggaran terhadap penyalahgunaan anak-anak dalam kepentingan pemilu.

“Biasanya, kandidat atau partai politik mengeksploitasi anak dengan berbagai cara, seperti menggunakan anak untuk memakai dan memasang atribut-atribut partai politik,” ujar perempuan yang juga   menjabat sebagai Kepala Pogram Studi PG. Paud Universitas PGRI (UNIPMA) Kota Madiun.

Pelanggaran di atas, kata Dian, selain menciderai demokrasi juga dapat berakibat pada tumbuh kembang dan mengabaikan hak anak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan kegiatan politik.

Baca juga:   Ada Fitness Gratis Di Taman Olahraga Gulun

Lebih lanjut, Dia menjelaskan bahwa anak-anak belum memiliki kemampuan memfilter informasi sebagaimana yang orang dewasa miliki.

“Misalnya, ketika di kampanye banyak ujaran-ujaran yang provokatif entah itu bermuatan negatif ataupun positif. Mereka bisa menerima informasi itu, tapi untuk mencernanya belum bisa,” jelasnya.

Selain itu, dia mengatakan biasanya pada saat kampanye energi massa campur jadi satu. Emosi yang ditimbulkan dar banyak orang itu dapat dirasakan oleh anak-anak.

“Mereka tidak tahu apa-apa dan belum punya hak untuk memilih. Jadi baiknya tidak usah dilibatkan. Kalau memang orang tua ada yang jadi tim sukses, ya ketika proses kampanye anak-anak jangan diajak,” tandasnya.
(dhevit/ayu/kus/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019