Cerita Dede Darmawan, Juara Umum First Kota Karismatik Madiun Young Koi Show

Punya 400 Ekor, Habiskan Rp 30 Juta untuk Pakan dalam Sebulan

MADIUN – First Kota Karismatik Madiun Young Koi Show memang telah berakhir, Minggu (24/2). Namun, cerita dibalik kontes adu cantik ikan dari Jepang itu belum habis. Salah satunya, kisah Dede Darmawan yang berhasil keluar sebagai juara umum kontes kali pertama di Kota Karismatik tersebut. Penghobi Koi dari Jakarta ini ternyata memiliki persiapan khusus sebelum turun kejuaraan. Mulai karantina hingga pakan khusus yang menghabiskan jutaan rupiah.

‘’Dari awal sebelum mengikuti kontes memang sudah kami persiapkan. Kami memang pasang target juara umum kontes di Kota Madiun ini,’’ kata Dede saat ditemui usai penyerahan piala, Minggu (25/2).

Dede setidaknya mengemas 14 trofi sekaligus. Di antaranya, Dede berhasil mengemas tiga trofi kategori champion dan enam kategori best in size. Bahkan, salah satu ekor Koi miliknya berhasil meraih best in size, male champion, dan karismatik award. Kontes Koi yang berlangsung di Gor Tenis kawasan Stadion Wilis tersebut memang terbagi dalam berbagai kategori dan ukuran ikan. Belum cukup sampai disitu, Dede juga berhasil meraih most entry lantaran keikutsertaan terbanyak dengan 155 ekor ikan. Dari itu, dia juga berhasil mengemas 30.950 point hingga merebut most point.

‘’Tim handling saya, Dua D Team juga berhasil mendapat most handling karena menangani 146 ekor selama lomba,’’ ungkapnya.

Dede memang tak tangung-tanggung saat mengikuti lomba. Bahkan, persiapan sudah dimulai seminggu sebelum kontes. Ratusan ikan tersebut wajib masuk karantina. Pakan yang disiapkan juga khusus. Biasanya dia memberi pakan khusus untuk menonjolkan warna ikan. Air kolam saat karantina juga tidak sembarangan. Wajib steril dari bakteri dan kuman. Suhu dan PH-nya juga wajib terus terjaga.

Baca juga:   Kisah Sri Wuryanti, Pengrajin Rajut Jempolan Asal Kota Madiun

‘’Kami sudah menjadwal event dalam satu tahun. Sejumlah event kami targetkan jadi juara umum. Salah satunya, di Kota Madiun ini,’’ terang pria 63 tahun tersebut.

Petugas khusus untuk merawat Koinya juga dipersiapkan. Dede mengaku menggunakan dua mobil untuk membawa koinya ke Kota Madiun. Tak tanggung-tanggung, Dede menghabiskan Rp 80 juta untuk event di kota pecel tersebut. Padahal, hadiah total gelaran ini hanya Rp 63 juta. Bagi Dede hadiah bukan urusan utama. Namun, kepuasaan hati melihat Koi piaraannya berhasil merebut trofi.

‘’Koi sudah seperti anak. Pasti sebagai orang tua bangga melihat anak yang dibesarkan kemudian menang dalam kejuaraan,’’ ungkapnya.

Dede mengaku jatuh cinta pada Koi setahun terakhir. Sebelumnya, dia seorang mancing mania. Dia memiliki ratusan Koi dengan berbagai ukuran. Lebih dari 400 ekor. Bahkan, puluhan di antaranya ada di Jepang, negara asal ikan Koi tersebut. Dede mengaku tidak pernah menghitung duit yang dikeluarkan untuk hobinya tersebut. Namun, yang jelas tidak murah. Urusan pakan saja, Dede wajib merogoh kocek Rp 20 – Rp 30 juta perbulannya. Belum untuk obat-obatan, gaji perawat, dan lainnya.

‘’Saya rasa sama seperti penghobi lain. Kalau sudah hobi, uang jadi pertimbangan kedua,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019