Rencananya, pemerintah akan mengalih fungsikan rumah pribadi tersebut menjadi sebuah cagar budaya. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN- Kegundahan yang selama ini dirasakan oleh Ignatia Damijati, istri mendiang Sartono pencipta lagu Hymne Guru sedikit mereda.

Pasalnya, pada Rabu (27/2) rumah yang berada di Jalan Halmahera no 98, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun itu bisa dipastikan akan dibeli oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan (Kemendikbud).

Rencananya, pemerintah akan mengalih fungsikan rumah pribadi tersebut menjadi sebuah cagar budaya yang nantinya dapat digunakan sebagai sumber untuk mendapatkan informasi seputar budaya, serta dijadikan sebagai tempat untuk mengenang jasa sang maestro tersebut.

“Kami mendapatkan perintah langsung dari bapak menteri untuk menindak lanjuti persoalan mengenai kediaman pak Sartono ini,” terang Desse Yussubrasta perwakilan dari Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud Republik Indonesia.

Kemungkinan besar, lanjutnya, kediaman ini akan dibeli oleh kementerian. Dengan pertimbangan, sumbangsih almarhum Sartono sebagai pencipta hymne guru. Lagu yang sampai sekarang masih sering dinyanyikan oleh siswa-siswi sekolah.

“Lagu itu bukan sekadar lagu yang dinyanyikan banyak orang. Lebih dari itu, hymne guru bisa dikatakan sebagai tonggak pendidikan di Indonesia,” jelasnya.

Setelah melakukan peninjauan, pihaknya akan melakukan kajian untuk proses jual beli kediaman yang berdiri sejak tahun 70-an ini.

Baca juga:   Armaya Dilantik, Kota Madiun Punya Wawali Lagi

“Ini merupakan titik awal untuk proses selanjutnya. Kami berharap tahun ini bisa selesai prosesnya,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Madiun terpilih Maidi mengatakan bahwa Pemkot Madiun menyambut baik usulan dari pemerintah pusat dalam mengatasi persoalan ini.

“Alternatifnya nanti akan dibeli kemendikbud, tetapi untuk renovasi dan pemeliharaannya diserahkan kepada Pemkot Madiun,” katanya.

Nantinya, kata dia, tempat bersejarah ini bisa dipastikan tidak akan dimusnahkan. Maidi telah merancang untuk menjadikan kediaman ini sebagai sebuah cagar budaya yang nantinya akan digunakan  sebagai tempat kajian sejarah bagi siswa-siswi Kota Madiun.

” Apapun keputusan dari kementerian dalam waktu dekat, komitmen pemkot arahnya akan kesana. Tempat ini untuk fasilitas umum pendidikan. Nantinya dimungkinkan untuk menjadi sumber ilmu anak-anak,” tandasnya. (ws hendro/kus/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019