MADIUN – Harapan masyarakat untuk mengeyam pendidikan 12 tahun secara gratis di Jawa Timur akan segera terwujud. Hal ini berkaitan dengan Program Pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas) yang dicanangkan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Rencananya, program ini akan diberlakukan pada tahun ajaran baru 2019/2020.

Untuk merealisasikan program tersebut, pemprov telah menyiapkan anggaran dalam APBD 2019. Totalnya, mencapai Rp 1,8 triliun. ”Dana itu yang dibayarkan semua oleh pemprov untuk membiayai sekolah-sekolah itu,” tutur Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman sebagaimana dikutip dalam Kompas.com, Selasa (26/2).

Total, ada 3.725 SMA/SMK se-Jatim yang akan dibiayai oleh pemprov. Rinciannya, 1.720 SMA negeri dan swasta. Serta, 2.005 SMK negeri dan swasta di Jatim. ”Untuk SMA/SMK negeri akan ditanggung penuh, sedangkan yang swasta bentuknya subsidi. Tapi, ini tidak berlaku untuk sekolah-sekolah elite,” terangnya.

Menurut Saiful, program TisTas akan lebih memudahkan sekolah. Pasalnya, selama ini SPP yang masuk tiap bulannya sekitar 70 persen karena masih ada siswa yang menunggak. Sedangkan jika dibayarkan oleh pemprov, tidak akan ada tunggakan lagi.

Baca juga:   Cegah Generasi Micin, TK ABA 3 Kenalkan Jajanan Tradisional Pada Para Siswanya

Saiful berharap, program ini dapat mengurangi angka putus sekolah di Jatim karena faktor ekonomi. ”Sehingga, meningkatkan kualitas pendidikan di Jatim,” tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019