MADIUN – Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer dan Smartphone (USBN-BKS) untuk tingkat SMA berlangsung mulai hari ini, Senin (4/3). Di Kota Madiun, pelaksanaan ujian tersebut berlangsung lancar.

Pada hari pertama USBN-BKS, para siswa kelas XII baik IPA maupun IPS menghadapi ujian mata pelajaran yang sama. Yakni, Bahasa Indonesia dan Agama. Pelaksanaannya dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 07.00-11.15 dan sesi 2 pada pukul 12.00-16.15.

Para siswa mendapatkan waktu 2 jam untuk mengerjakan soal-soal dari satu mata pelajaran. Kemudian, ada jeda 15 menit sebelum memasuki ujian mata pelajaran berikutnya.

Setiap pelajaran terdiri atas 40 soal pilihan ganda dan 5 soal esay. Kecuali, Fisika, Biologi, Kimia, dan Ekonomi yang terdiri atas 35 soal pilihan ganda dan 5 soal esay. Serta, Matematika 30 soal pilihan ganda dan 5 soal esay.

”Pada prinsipnya, USBN-BKS berjalan lancar tanpa ada suatu kendala yang berarti,” tutur Waka Kurikulum SMAN 2 Madiun Suyono. Hal ini karena berbagai persiapan terkait ujian akhir siswa-siswi kelas XII telah dimatangkan sejak jauh-jauh hari.

Di SMAN 2, ada 298 siswa yang mengikuti USBN-BKS dan UNBK. Sekolah menyiapkan sarana komputer yang cukup untuk 3 sesi ujian. Namun, karena USBN-BKS hanya dua sesi, kekurangan perangkat dicukupi dari meminjam laptop siswa.

”Sebenarnya boleh pakai smartphone, tapi kami khawatir sambungan putus-putus. Jadi, kami gunakan laptop,” terangnya.

Pelaksanaan USBN-BKS untuk SMA berlangsung hingga tujuh hari. Yakni, mulai 4-6 Maret 2019. Kemudian, dilanjutkan lagi pada 13, 15, 18, dan 19 Maret 2019. Setelah itu, awal April mendatang para siswa harus menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Baca juga:   Perwal Terbit, Dindik Siap Laksanakan PPDB SD/SMP 2019

Terkait hal itu, Suyono menjelaskan bahwa sekolah telah mempersiapkan siswa sejak jauh hari. Caranya, dengan memperkaya soal-soal ujian. Khususnya, yang berbasis High Order Thinking Skills (HOTS). ”Pemantapan materi dilakukan sampai akhir Maret,” imbuhnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Jatim telah menganggarkan Rp 20 miliar untuk pengadaan komputer tambahan di jenjang SMA/SMK. Hal ini agar pada pelaksanaan ujian, tidak membebani siswa melalui pinjaman laptop atau komputer.

Hal ini, juga sebagai upaya untuk menurunkan sesi ujian. Yaitu, yang semula 3 sesi menjadi dua sesi saja. Selanjutnya, dari dua sesi menjadi satu sesi. Dengan demikian, akan lebih baik bagi psikis dan mental siswa.

”Harapannya, tidak ada lagi siswa yang cemas. Yang sesi 3 atau sesi 2 bertanya-tanya bagaimana soalnya ke yang sudah ujian di sesi 1. Padahal kan soalnya nggak sama. Makanya, kami ingin anak-anak ini tenang dan fokus dengan ujiannya dari pemangkasan sesi ini,” jelas Kepala Dindik Jatim Saiful Rachman dikutip dari Harian Bhirawa, Rabu (27/2).

Pelaksanaan UNBK dimulai pada 25-28 Maret untuk jenjang SMK. Sedangkan, UNBK jenjang SMA akan dilaksanakan pada 1, 2, 4, dan 8 April mendatang. Dindik pun mengintensifkan persiapan agar pelaksanaan ujian berjalan lancar. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019