Gas metan juga dimanfaatkan 200 KK warga sekitar sebagai penggati LPG.

JAKARTA – Kota Madiun menuju Smart City bakal jadi kenyataan. Paling tidak, satu tahapan sudah dilewati. Kota Karismatik Madiun dinyatakan lulus seleksi dan terpilih untuk mengikuti Program Gerakan Menuju 100 Smart City yang dikeluarkan Direktorat Jenderal aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika. Surat nomor B-116/DJAI/AI.01.05/02/2019 tersebut diterima Pemkot Madiun, Selasa (5/3) kemarin.

Pemkot Madiun bersama 24 pemerintah daerah lain dari seluruh tanah air berhak mengikuti tahapan selanjutnya. Proses Menuju 100 Smart City tersebut sudah dimulai pertengahan Februari lalu. Sebanyak 150 lebih Pemda dari seluruh tanah air mengikuti Assessment Gerakan Menuju 100 Smart City, 21-22 Februari. Assessment berlangsung di kantor Kementerian Kominfo RI. Ratusan peserta tersebut beradu gagasan, ide, dan kreatifitas terkait smart city. Termasuk Pemkot Kota Madiun.

Kasi Layanan Aplikasi dan Tata Kelola Pemerintah Elektronik Dinas Kominfo Kota Madiun Noor Aflah menyebut inovasi yang disuguhkan kepada tim penguji tidak hanya berbasis informasi teknologi. Namun, juga inovasi berbasis lingkungan. Konsep Smart City memang bukan melulu perkara teknologi informatika. Namun, segala sesuatu yang memanfaatkan teknologi. Tak heran, konsep pengelolaan sampah menjadi gas metan untuk mandi sauna dan café menjadi salah satu yang menarik perhatian tim assessment.

‘’Konsep smart city yang mengarah kepada teknologi informatika sudah banyak. Kami ingin menampilkan sesuatu yang lain. Ternyata tim assessment malah tertarik,’’ kata Aflah.

Pengelolaan sampah di TPA Kota Madiun memang sudah cukup baik. Gas metan juga dimanfaatkan 200 KK warga sekitar sebagai penggati LPG. Tak heran, pengelolaan ini kerap menyumbang poin tinggi kala penilaian adipura. 2018 lalu, tercatat adipura kali ke empat belas yang diraih Kota Madiun.

Baca juga:   Serap Aspirasi Secara Konsisten, Walikota Bina Trantibum di Masjid Kuncen
Perizinan makin gampang secara online.

Selain itu, penerapan Online Single Submission (OSS) yang diterapkan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi dan Usaha Mikro (DPMPTSPKUM) Kota Madiun juga menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, Kota Madiun dinilai lebih cepat dalam penerapan sistem perizinan anyar pemerintah pusat tersebut. Bahkan, Kepala Dinas DPMPTSPKUM Kota Madiun sempat diminta datang memberikan testimoninya saat PUPR Expo di Jakarta beberapa waktu lalu lantaran penerapan OSS yang lebih awal dibanding daerah lain.

Terkait aplikasi berbasis teknologi informatika, Kota Madiun juga tidak kalah. Aflah menyebut berbagai aplikasi sudah dijalankan di Kota Madiun. Mulai Madiun Karismatik yang merupakan aplikasi layanan informasi dan pengaduan, aplikasi pemburu untuk pelayanan data kependudukan, aplikasi Silat untuk informasi jalan dan jembatan, aplikasi pajak kendaraan bermotor, aplikasi imadiun terkait perpustakaan digital, dan lain sebagainya.

‘’Ke depan kami juga memiliki inovasi panic button yang berada di poskamling. Masyarakat dapat menekan tombol tersebut saat terjadi sesuatu di lingkungan penduduk. Aplikasi ini bakal terhubung dengan call center di Dinas Kominfo. Petugas akan meneruskan laporan kepada OPD terkait selama 24 jam,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019