MADIUN – Proses perekaman dan pencetakan KTP elektronik bagi warga Kota Madiun yang telah berumur 17 tahun terus digencarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Terutama, menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi, Dispendukcapil jemput bola ke sekolah. Tujuannya, melaksanakan perekaman bagi siswa-siswi yang belum mempunyai kartu tanda kependudukan (KTP).

Sejak 20 Februari lalu, kegiatan jemput bola di sekolah-sekolah dilakukan oleh Dispendukcapil. Setiap sekolah mendapatkan jadwal secara bergiliran hingga 11 Maret mendatang. Mulai dari SMAN 1-6, SMKN 1-5, serta MAN 1 dan MAN 2 Kota Madiun.

Namun, program ini tak hanya berlaku bagi sekolah negeri saja. ”Nanti juga ada untuk sekolah swasta,” tutur Kabid Pendataan Penduduk Dispendukcapil Kota Madiun Supriyono. Sehingga, para siswa di sekolah swasta juga bisa melakukan perekaman di sekolahnya.

Baca juga:   Kenang Leluhur, Warga Kelurahan Nambangan Kidul Gelar Bersih Desa

Salah satunya, perekaman e-KTP di SMK Farmasi Bina Farma yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret. Serta, SMK Bonaventura pada 13 Maret. ”Untuk sekolah swasta lainnya menunggu jadwal setelah dua sekolah itu selesai,” imbuhnya.

Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, Dispendukcapil tak hanya melakukan perekaman. Tapi, juga mencetak e-KTP secara langsung. Tidak perlu menunggu hari, e-KTP langsung bisa dibawa pulang. Hal ini karena Dispendukcapil telah menjamin ketersediaan blangko e-KTP. ”Bahkan, sampai pencoblosan nanti blangko masih tersedia,” tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019