Program Kotaku Efektif, Spot Kumuh Turun Drastis

MADIUN- Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) menjadi pelecut semangat tiap daerah untuk terus berbenah, tak terkecuali bagi Kota Madiun. Terhitung sejak 2017 lalu hingga akhir 2018, pemkot telah berhasil menurunkan spot kumuh yang ada di Kota Karismatik hingga 0 persen.

Sebelumnya, berdasarkan data yang didapat dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun (Disperkim) terdapat enam kelurahan yang masuk dalam daftar lingkungan kumuh. Yakni Kelurahan Tawang, Kelurahan Kelun, Kelurahan Nambangan Lor, Kelurahan Nambangan Kidul, Kelurahan Pandean, dan Kelurahan Kejuron.

Berdasarkan penuturan Kepala Bidang Perumahan, Penataan Kawasan Permukiman, Dan Pertanahan Danardono mengatakan keenam kelurahan tersebut masuk ke dalam kawasan kumuh ringan, dengan tujuh komponen penilaian.

“Yakni bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, pengamanan kebakaran, dan ruang terbuka publik,” jelasnya.

Baca juga:   Dishub Sosialisasikan Pelican

Sampai akhir 2018, kata dia, semenjak ditangani oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, jumlah kawasan kumuh mengalami penurunan. Dalam artian  skor sudah dibawah angka 19 dari tujuh komponen indikator penilaian yang ada.

“Namun tentunya, komponen-komponen lain masih perlu penanganan dan pemeliharaan agar apa yang sudah didapat tidak turun lagi angkanya. Besar harapan kami Kota Madiun menjadi kota yang bersih dan sejahtera,” tandasnya. (dhevit/kus/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019