Pelaku melihat banyak tumpukan kardus berisi barang-barang modifikasi sepeda motor lalu timbul niat jahat. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Memang tak dapat dipungkiri bahwa perbuatan kriminal dapat terjadi karena ada kesempatan. Nyatanya, Polres Madiun Kota baru saja menetapkan status tersangka kepada lima pelaku pencurian. Tiga di antaranya adalah pelajar.

Ya, pencurian yang didalangi oleh FM (16) itu bermula ketika dia sedang bermain bulu tangkis di Perumnas Bumi Antariksa sekitar pukul 17.30, Agustus lalu. Tanpa sengaja, shuttlecock-nya masuk ke dalam rumah tak berpenghuni di sekitar tempatnya bermain. Pelajar kelas XI SMA itupun masuk ke rumah tersebut untuk mengambil shuttlecock.

Rupanya, di halaman rumah itu pelaku melihat banyak tumpukan kardus berisi barang-barang modifikasi sepeda motor. Mengetahui hal itu, muncullah niatan untuk mencuri. ”Pelaku lantas memberitahu teman-temannya,” tutur Paur Humas Polres Madiun Kota Aiptu Mashudi, Selasa (12/3).

Warga Jalan Pilangbango itupun mengajak empat temannya yang lain. RS (18) warga Desa Glonggong Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, SM (20) warga Jalan Cokrobasonto Kecamatan Taman Kota Madiun, MT (16) warga Desa Sambirejo Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun, dan IS (17) warga Jalan Pagu Indah Kecamatan Taman Kota Madiun.

FM dan kawan-kawan melaksanakan niatnya pada 6 Februari 2019 pukul 23.00. FM pun membagi tugas. Dia, MT, dan IS masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang. Sedangkan, RS dan SM menunggu di luar.

Tiga pemuda itu bisa masuk dengan mudah ke halaman rumah dengan melompati pagar. Pintu utama rumah tersebut juga tidak dikunci. Sehingga, semakin memudahkan pelaku untuk menggasak barang-barang.

Baca juga:   Gagal Bobol ATM, Rokok pun Jadi Sasaran

Mendapati barang-barangnya hilang, korban melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib. Setelah dilakukan penyelidikan, salah satu pelaku dapat ditangkap 25 Februari lalu. Kemudian, empat tersangka lainnya tertangkap dari hasil pengembangan kasus.

Rupanya, aksi pencurian yang menyebabkan korban menderita kerugian hingga Rp 30 juta itu dilakukan lebih dari sekali. ”Pertama dilakukan pada 12 Agustus 2018 sekitar pukul 23.30 oleh FM dan RS. Kemudian, yang ketiga pada 15 Februari 2019 pukul 23.00 oleh RS, SM, FM, dan IS,” paparnya.

Sebagian hasil curian mereka jual melalui situs jual beli online. Uangnya digunakan untuk bermain game online dan ngopi di warung. Sebagian barang curian lainnya digunakan sendiri untuk kepentingan pribadi.

Atas kejadian tersebut, dua tersangka yakni RS dan SM dikenai Pasal 363 ayat (1) dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Sedangkan, tiga pelaku lainnya karena masih di bawah umur akan dilakukan penanganan berbeda. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019