Direktur Akademi Gizi Surabaya Dr Andriyanto, SH. M.Kes. (Wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Tingkat ekonomi yang rendah tak melulu jadi penyebab permasalahan gizi buruk. Sebab, pemenuhan gizi seimbang sebenarnya bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Asal dilakukan dengan cara yang benar.

Tips dan trik pemenuhan gizi seimbang tanpa biaya mahal ini dibeberkan oleh Direktur Akademi Gizi Surabaya Dr Andriyanto, SH. M.Kes. Yakni, saat mengisi Sarasehan Penanganan Masalah Gizi di Wisma Haji Kota Madiun, Kamis (14/3).

”Gizi seimbang apabila kandungan dalam makanan yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh,” tuturnya.

Untuk menyederhanakan rumus gizi seimbang, dapat dimulai dengan memerhatikan asupan penting untuk otak. Agar dapat bekerja secara maksimal, otak memerlukan oksigen dan glukosa.

Nah, dari mana seseorang bisa mendapatkan asupan oksigen dan glukosa yang cukup?

Untuk oksigen, jawabannya adalah cairan yang masuk ke dalam tubuh. Karenanya, penting untuk menjaga jumlah air yang dikonsumsi setiap hari. ”Anak-anak membutuhkan 1,5 liter air per hari. Sedangkan, orang dewasa membutuhkan 2 liter air per hari,” paparnya.

Ada beberapa tanda seseorang mengalami kekurangan pasokan oksigen. Misalnya, mengantuk di pagi hari, air kencing berwarna kekuningan, serta kehilangan keseimbangan ketika jinjit 5 detik.

”Jinjit meningkatkan kecepatan pasokan oksigen ke otak hingga 20 persen. Kalau belum sampai 5 detik saja sudah hilang keseimbangan, berarti anda mengalami dehidrasi,” jelasnya.

Baca juga:   Lansia Jangan Asal Berolahraga, Baiknya Perhatikan Hal Ini

Kemudian, untuk kebutuhan glukosa dipenuhi dari makanan. Karena itu, jangan sampai meninggalkan sarapan pagi jika tidak ingin kehilangan konsentrasi. ”Sarapan mie instan masih lebih baik daripada tidak sarapan. Tapi, sebaiknya diberi tambahan sayuran untuk mendapatkan gizi dari bahan makanan lainnya. Tidak karbohidrat saja,” bebernya.

Dengan demikian, stunting bukan terjadi karena kemiskinan. Melainkan, pola asuh yang salah.

Beberapa hal lainnya juga dibeberkan oleh Andriyanto untuk meningkatkan asupan gizi dalam tubuh. Di antaranya, makan sambil mengobrol untuk meningkatkan kadar enzim ptialin yang mengubah karbohidrat menjadi maltosa.

Selain itu, makan otak ayam karena mengandung kolesterol baik dan ceker ayam yang mengandung kolagen. Begitu pula dengan kikil juga kaya akan kolagen.

”Kolesterol jahat ada pada minyak goreng yang telah digunakan lebih dari 3 kali, santan instan, dan makanan bersantan yang dihangatkan berkali-kali,” tegasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

w

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019