Prajurit yang melakukan proses pengamanan. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Wilayah kedaulatan Negara Republik Indonesia terancam bahaya. Dua pesawat asing memasuki kawasan tanpa menyebutkan Flight Clearence. Beruntung, prajurit TNI AU dari Lanud Iswahjudi selalu siap siaga mengamankan negara.

Setelah menerima laporan dari pihak Airnav, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) TNI AU memerintahkan 2 pesawat tempur F16 dari Lanud Iswahjudi untuk bergerak. Mereka melaksanakan perintah turun paksa (forcedown) terhadap dua pesawat asing itu.

Penangkapan melibatkan satuan Pomau, Inteligen, Batalyon 463 Paskhas, Hanlan, Penerangan, Hukum, Base Rescue, dan dinas operasi, hingga RSAU dr Efram Harsana. Operasi forcedown pun berjalan lancar. Kemudian, dilakukan interogasi sesuai prosedur. Kedaulatan negara pun dapat dipertahankan.

Meski hanya simulasi, operasi forcedown tetap menjadi perhatian prajurit TNI AU di lingkungan Lanud Iswahjudi. Karenanya, seluruh peserta mengerjakan tugas secara serius. Pelatihan yang berlangsung sejak Selasa (19/3) hingga Kamis (21/3) itupun dapat berjalan lancar.

Melihat hal itu, Direktur Latihan Lanud Iswahjudi Komandan Wing Kolonel Pnb Muh. Satrio Utomo mengungkapkan apresiasinya kepada para peserta. “Saya salut atas semangat yang ditunjukkan oleh peserta latihan,” ungkapnya.

Meski begitu, Satrio juga berpesan agar semangat ini terus diimbangi dengan pelaksanaan prosedur latihan. Sehingga, tidak terjadi tumpang tindih kewenangan penugasan.

Baca juga:   Sertijab Danskatek 042, Danlanud Beberkan Tugas Pentingnya

Hal ini seperti diungkapkan oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, S. E., M.M. dalam pembukaan latihan dengan sandi “Elang Gesit 2019” itu.

Menurut Iko, semua unsur satuan dan staf akan diuji kesiapan operasionalnya. Mulai dari menganalisa dan menguji doktrin sampai mengaplikasikan prosedur, mengembangkan taktik dan teknik sistem operasi udara, serta pertahanan pangkalan. “Sehingga, selalu siap siaga melaksanakan tugas,” jelasnya.

Dengan adanya latihan ini, Iko berharap agar seluruh anggota dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya jika skenario latihan ini benar-benar terjadi. Apalagi, Juli 2019 nanti juga akan dilaksanakan latihan puncak TNI AU Angkasa Yudha. Sehingga, latihan ini menjadi tolok ukur bagi pembinaan organisasi selama satu tahun.

“Lanud Iswahjudi harus selalu berada pada tingkat kesiapan operasional yang tinggi, sehingga apabila setiap saat mendapatkan tugas operasi, akan mampu melaksanakan dengan berhasil,” tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakcukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019