MADIUN- Pelayanan publik yang baik dari pemerintahan, pun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) merupakan dambaan dan harapan bagi masyarakat.

Maka dari itu, untuk dapat mengakselerasi dan mendorong masing-masing perangkat daerah dalam hal inovasi pelayanan publik, Pemkot Madiun melalui Bagian Organisasi mengadakan sosialisasi dan pelatihan aplikasi inovasi pelayanan publik (Sinovik), pada Kamis (21/3).

Mendatangkan narasumber langsung dari Kementerian Pendayangunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB). Sosialisasi yang diikuti 128 peserta ini, bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai inovasi pelayanan publik.

Senada dengan hal di atas, Plt Asisten II Administrasi Umum dan Kesra Ahmad Supriyadi, mewakili Walikota Sugeng Rismiyanto dalam sambutannya, mengatakan sosialisasi penting. Mengingat melalui pelayanan publik, kepercayaan masyarakat dengan kinerja pemerintah terbangun.

Baca juga:   Matangkan Smart City, Pemkot Bahas Penerapan Call Center 112

“Maka dari itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan, yakni satu instansi satu inovasi. Bertujuan untuk mempercepat kualitas pelayanan publik melalui pengembangan dan pelayanan inovasi publik,” ungkapnya.

Jadi, kata dia, nantinya tiap instansi yang berada di lingkungan pemerintahan Kota Madiun diharap tiap tahunnya dapat menumbuhkan satu produk terobosan untuk pelayanan.

“Oleh karena itu melalui sosialisasi ini pemkot mendorong terus mendorong perangkat daerah dan BUMD untuk terus melakukan inovasi dalam pelayanan publik,”ucapnya.

Rencananya, kegiatan pelatihan aplikasi sinovik ini akan dilaksanakan hingga esok hari. Dengan diikuti oleh peserta yang berasal dari OPD, BUMD, dan perwakilan guru-guru sekolah di lingkungan Kota Madiun.
(kus/dhevit/iko/diskominfo)

#100ThMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#KotaKarismatikMadiun