Berprestasi, Dua Atlet Sepak Takraw Kota Madiun Jadi  Langganan Kejuaraan Tingkat Internasional

MADIUN- Banyak yang belum tahu jika Kota Karismatik memiliki segudang anak muda berprestasi yang telah berhasil membawa nama baik kota ini ke tingkat nasional hingga internasional. Anak muda berprestasi tersebut adalah Dwi Dika Saputra (23) dan Rasyid Trio Rizky (19). Mereka adalah putra daerah yang telah berhasil mengukir prestasi di bidang olahraga, khususnya sepak takraw.

Saat ditemui tim Madiuntoday pada Rabu (3/4), mereka berdua tengah berlatih sepak takraw di lapangan olahraga SMPN 7 Kota Madiun. Dengan lihai, mereka mengolah si kulit bundar dari rotan tersebut menggunakan kaki dan mengopernya dari satu pemain ke pemain lainnya agar berhasil menembus pertahanan lawan.

Dwijo Kuncoro pelatih dari dua pemuda tersebut menceritakan, mereka adalah dua atlet sepak takraw asal Kota Madiun yang telah dilirik oleh tim nasional Indonesia sepak takraw untuk ikut serta membela tim di kancah internasional.

“Dwi Dika bergabung dengan timnas U21. Dia sudah pernah berlaga di Malaysia dan Desember tahun lalu dia turun di ASEAN University Games yang berlangsung di Myanmar,” jelasnya.

Sedangkan Rasyid, kata dia, baru saja pulang bersama timnas untuk berlaga di Malaysia dan berhasil membawa pulang dua perunggu dan satu perak. Saat ini, lanjutnya, mereka tengah mempersiapkan diri untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua.

Baca juga:   Gemeesssss.... Kalau Anak PAUD Dikenalkan Sadar Bencana

“Saat ini mereka sedang dipersiapkan untuk pertandingan-pertandingan yang berskala nasional, tentunya mewakili Jawa Timur. Dwi Dika dan Rasyid merupakan bukti bahwa atlet sepak takraw di Kota Madiun ini memiliki potensi,” ujarnya.

Mereka berdua, lanjutnya, merupakan bukti bahwa proses tidak akan pernah berbohong. Dwijo, sang pelatih mengatakan mereka memulai karir di dunia sepak takraw dari sekolah dasar. Keberhasilan kedua putra daerah tersebut bukanlah dari proses yang instan.

“Dwi Dika dan Rasyid dulu mulainya dari kejuaraan tingkat kota, hingga akhirnya merambah naik ke tingkat nasional sampai internasional. Untuk menjadi atlet sepak takraw profesional, minimal mereka harus latihan selama 8 tahun dengan intens, termasuk mereka berdua itu,” ungkapnya.

Dwijo berharap agar potensi atlet di Kota Madiun untuk terus dipertahankan. “Khususnya untuk atlet sepak takraw agar lebih diperhatikan dan terus semakin dikembangkan,” tandasnya. (dhevit/kus/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019