Kisruh Pemilu, Polisi-Demonstran Bentrok

Di Posting Oleh madiuntoday

5 April 2019

MADIUN – Ratusan pendemo melancarkan aksi protes di depan kantor Komisi Penyelenggaraan Pemilu (KPU) Kota Madiun, Jumat (5/4). Itu karena dua orang teman mereka ditangkap pihak kepolisian karena berusaha merebut kotak suara. Massa menuntut temannya segera dibebaskan.

Kejadian tersebut bermula ketika proses pencoblosan Pemilu 2019 selesai digelar. Dua oknum menyatroni mobil yang digunakan untuk mengangkut kotak suara dari TPS. Dengan sigap, jajaran Polres Madiun Kota berhasil mengamankan dua pelaku.

Meski begitu, peristiwa tersebut rupanya menyulut emosi kelompok tertentu. Hingga mereka berdemontrasi di depan kantor KPU. Karena dianggap KPU adalah penyebab dua temannya ditangkap.

Tak menunggu lama, pasukan polisi dari Polres Madiun Kota pun langsung terjun ke lokasi demo. Mereka berupaya menghalau situasi. Namun, rupanya massa tak mudah dilerai. Bahkan, semakin brutal dengan melempari petugas dengan petasan dan membakar ban bekas.

Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, Pasukan Huru-Hara (PHH) Brimob beserta truk water canon didatangkan untuk memecah massa. Satu tembakan diluncurkan, demonstran langsung berhamburan. Setelah tembakan kedua, massa pun meninggalkan lokasi.

Skenario tersebut memperlihatkan kesigapan pasukan polisi dari Polres Madiun Kota dan Brimob. Khususnya, untuk menghadapi situasi terburuk dalam Pemilu 2019. ”Yang tentu saja tidak kami harapkan terjadi di Kota Madiun,” tutur Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu saat ditemui setelah simulasi demo Pemilu 2019 di Jalan Pahlawan, Jumat (5/4).

Ya, aksi huru-hara yang tergambar dalam tulisan di atas memang hanya sebuah simulasi. Nasrun berharap, dengan adanya kegiatan tersebut bisa semakin meningkatkan kesiagaan pasukannya selama masa Pemilu 2019.

Selain itu, juga meningkatkan kepercayaan masyarakat. Bahwa, jajaran kepolisian beserta TNI dan Pemkot Madiun siap mengamankan jalannya Pemilu 2019. ”Maka dari itu, masyarakat tidak perlu takut untuk datang ke TPS dan menggunakan hak suaranya,” imbuh Nasrun.

Lebih lanjut, Nasrun menjelaskan, pihaknya telah siap dengan segala situasi dan kondisi yang bisa saja terjadi dalam Pemilu 2019. Meski begitu, dia berharap bahwa kemungkinan terburuk itu tidak terjadi. Sehingga, masa Pemilu 2019 di Kota Madiun dapat berjalan aman, lancar, damai, dan sukses. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019

Artikel Terkait

Sensus Penduduk Online Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020

Sensus Penduduk Online Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020

MADIUN – Sensus penduduk online yang sejatinya ditutup pada 31 Maret 2020 pukul 00:00 resmi diundur. Badan Pusat Statistik (BPS) memutuskan bahwa sensus penduduk online masih dapat diakses hingga 29 Mei 2020. Pengunduran penutupan SP online ini berdasarkan SK Kepala...

Don`t copy text!