UAMBD-BK Jadi Cara Minimalisir Contek-Menyontek Di Kalangan Siswa

MADIUN- Sebanyak 965 siswa madrasah ibtidaiyah (MI) se Kota Madiun sejak Jumat (5/4) lalu telah melaksanakan ujian akhir madrasah berstandar daerah berbasis komputer (UAMBD-BK) khususnya untuk lima mata pelajaran agama. Yakni Quran Hadist, Akidah Akhlak, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab.

Ujian berbasis komputer tersebut digadang-gadang mampu menjadi cara untuk meminimalisir contek-menyontek di kalangan siswa. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Kemenag Kota Madiun Sigit Hariyanto.

Sejak pertama kali dilaksanakan, tepatnya tahun lalu pelaksanaan UAMBD BK memang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian, integritas, dan kemampuan siswa khususnya dalam bidang informasi teknologi (IT).

“Kota Madiun sendiri telah melaksanakan UAMBD-BK sejak tahun lalu. Pada tahun ini sebanyak 965 siswa yang mengikuti ujian, dan ada 14 lembaga sekolah yang terdaftar,” jelasnya.

UAMBD BK sendiri, kata dia, merupakan salah satu terobosan yang dapat memacu kemandirian siswa dalam mengerjakan soal, terutama pada saat ujian.
“Karena ini ujian berbasis komputer, istilahnya waktu yang digunakan terbatas yakni 90 menit untuk 1 mapel. Begitu soal muncul siswa harus segera mengisi lembar jawaban yang ada,” ujarnya.

Karena tenggat waktu yang ada, lanjutnya, hal tersebut membuat siswa tidak ada waktu untuk saling menyontek. Selain itu Sigit menambahkan, soal yang ada sudah di acak, sehingga meskipun duduknya berdekatan celah untuk menyontek tidak dimungkingkan.

Seperti yang terlihat di MIN 1 Demangan Kota Madiun. Sebanyak 249 siswa kelas 6 dengan khusyuk mengerjakan soal yang berada di komputer masing-masing. Meskipun letak tempat duduk mereka berdekatan, namun terlihat tak ada yang mencotek satu sama lainnya.

Baca juga:   Genjot APK, Menristekdikti Tambah Kuota Bidikmisi 2019

Kepala Urusan (Kaur) Kurikulum MIN 1 Demangan Ridwan Amana mengatakan, pihaknya telah menyiapkan secara maksimal para siswanya untuk mengikuti ujian kali ini. “Sebelum dilaksanakan para siswa sudah uji coba dulu, terkait soal-soal dan untuk mengetahui apakah server bisa digunakan untuk keseluruhan siswa kelas 6. Setelah dicek server lancar alhamdulillah sampai hari ini,” ungkapnya.

Berdasarkan pengamatan yang ada, kata dia, para siswa peserta ujian madrasah berbasis komputer ini tak ada kendala. “Baik untuk jenis soal yang diujikan, laptop, hingga server semua berjalan lancar. Justru siswa terlihat seperti sedang main game,” katanya.

Besok, kata Ridwan, siswa kelas 6 tersebut akan menjalani ujian hari terakhir dengan mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Arab. Saat disinggung mengenai persiapan ujian serentak untuk tingkat sekolah dasar, Ridwan mengatakan persiapan sudah matang.

“Sudah dari jauh-jauh hari kami membekali siswa dengan intensif belajar. Kalau pembelajaran efektif dimulai pukul 7, siswa kelas 6 mendapat tambahan belajar satu jam sebelum waktu pembelajaran efektif dimulai,” tandasnya.
(dhevit/kus/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019