Jeli Lihat Peluang Usaha, KUBE PKH Sejahterakan Anggota

MADIUN – Program Keluarga Harapan (PKH) yang digulirkan oleh Kementerian Sosial tak sekedar memberikan bantuan dalam bentuk uang kepada penerimanya. Tapi, juga dorongan semangat dan motivasi untuk bisa lepas dari jerat kemiskinan.

Salah satunya melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang pengelolaannya diserahkan kepada para penerima PKH. Mereka mendapatkan modal tambahan untuk mengembangkan bisnis. Baik di bidang jasa maupun produksi.

Misalnya seperti yang dialami oleh Mariana. Penerima bantuan PKH di Kelurahan Demangan Kota Madiun ini membentuk KUBE di bidang jasa. Yakni, berupa e-warong Berkah Jaya. ”Dibukanya sejak September 2017,” tuturnya, Rabu (10/4).

Kala itu, Mariana mendapatkan tawaran untuk membentuk KUBE. Diapun menyetujui. Setelah dilakukan verifikasi dan cek lapangan, dia dan kelompoknya dinyatakan layak mendapatkan bantuan modal Rp 30 juta untuk renovasi warung dan investasi barang.

E-warong Berkah Jaya awalnya dikelola oleh 10 orang. Termasuk Mariana. Namun, seiring berjalannya waktu, sekarang pengelolanya tinggal 8 orang. Itu karena 1 orang pindah ke luar daerah dan 1 orang lagi telah mendapatkan pekerjaan tetap.

Setiap bulan, e-warong Berkah Jaya menyediakan sekitar 500 paket untuk pencairan BPNT bagi penerima di Kelurahan Demangan, Pandean, dan Josenan. Masing-masing paket berisi 10 kilogram beras dan setengah kilogram lebih telur ayam.

Dari proses pencairan itu, para pengelola rata-rata mendapatkan laba antara 7-10 persen. Tergantung tinggi rendahnya harga bahan pokok pada saat itu. Dari keuntungan tersebut mereka sisihkan. Sebagian dikembalikan ke e-warong untuk membiayai operasional. Sebagian lagi untuk upah masing-masing anggota dan kas.

Baca juga:   Total Realisasi Investasi Tahun 2018 sebesar Rp 721,3 trilliun, Naik 4,1%

”Rata-rata setiap orang dapatnya Rp 250 ribu sampai Rp 400 ribu. Biasanya kami bagi setelah proses pencairan BPNT dalam bulan itu selesai,” ujarnya.

Dengan laba tersebut, otomatis dapat menambah penghasilan pengelolanya setiap bulan. Apalagi, mereka boleh menjual dagangan lainnya di e-warong. Sehingga, tidak sekadar mengandalkan dari masa pencairan BPNT saja.

Bagi Mariana dan pengelola lainnya, e-warong menjadi jalan mereka untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga. Selain itu, mereka juga lebih berani dalam berwirausaha. Bahkan, salah seorang anggotanya kini telah lulus dari bantuan PKH.

Sementara itu, Supervisor PKH Kota Madiun Fepi Aryani menuturkan bahwa saat ini terdapat 28 KUBE di Kota Karismatik. Terdiri dari 8 KUBE jasa dan 20 KUBE produksi. Seluruhnya mendapatkan bimbingan dari pendamping PKH.

”Setiap bulan, kami juga minta laporan KUBE mereka sebagai bahan evaluasi. Jika ada yang kurang, kami diskusikan bersama,” tuturnya.

Fepi berharap, para anggota KUBE bisa terus mengembangkan usahanya. Sehingga, dapat meningkatkan taraf kehidupan keluarganya. ”Kami juga dorong mereka untuk bisa lulus dari program. Sehingga, bisa mandiri dan tidak lagi tergantung pada bantuan pemerintah,” tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019