Pemilu Dua Hari Lagi, Pahami Dulu Aturannya Sebelum Mencoblos

MADIUN – Untuk pertama kalinya Indonesia menggelar pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif secara serentak pada 17 April mendatang. Namun, sebelum mengikuti pencoblosan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Khususnya, bagi pemilih.

Salah satunya berkaitan dengan tata cara mencoblos. Untuk memilih calon presiden, ada 4 cara yang bisa dilakukan. Yakni, mencoblos pada bagian nomor, gambar, nama paslon, atau partai pengusung salah satu paslon.

Begitu pula dengan mencoblos calon anggota DPD RI. Surat suara sah jika pemilih mencoblos pada bagian nomor, gambar, atau nama salah satu calon. Mencoblos lebih dari 1 calon atau di luar kotak berarti surat suaranya tidak sah.

Sedangkan, untuk memilih anggota legislatif DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kota/kabupaten cukup berbeda. Sebab, pada surat suaranya tidak terdapat foto peserta. Hanya nomor partai, nama partai, nomor peserta, dan nama peserta saja yang tercantum.

”Kalau pemilih mencoblos di nomor atau nama caleg, suaranya akan masuk pada caleg tersebut. Begitu pula jika mencoblos nama caleg dan partainya,” tutur Komisioner KPU Kota Madiun Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Rokhani Hidayat, Senin (15/4).

Namun, jika pemilih mencoblos pada 2 nama caleg dalam satu partai, suaranya akan masuk ke partai tersebut. Demikian juga dengan pemilih yang hanya mencoblos nomor atau nama partai. Suaranya sah untuk partai yang bersangkutan.

Baca juga:   Tingkatkan Kedisiplinan Pegawai

Surat suara bagi anggota legislatif dinyatakan tidak sah jika pemilih mencoblos pada dua nama caleg yang berasal dari partai berbeda. Atau, mencoblos nama caleg dari Partai A, kemudian mencoblos juga Partai B.

Rokhani menuturkan, aturan ini hendaknya dipahami oleh masyarakat sebelum melaksanakan pencoblosan. Sehingga, suara yang diberikannya dapat berlaku sah dan mengurangi angka golput di Kota Madiun.

Bagi pemilih yang telah berusia lanjut atau memiliki penglihatan kurang jernih, proses pencoblosan boleh dibantu. Namun, hanya oleh anggota keluarganya saja. ”Nanti bisa lapor ke KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara, red). Nama pendamping akan dicatat di formulir C3,” jelasnya.

Sementara itu, warga yang tidak mendapatkan surat undangan C6 masih bisa melakukan pencoblosan. Caranya, dengan membawa KTP-el ke TPS. ”Pendaftarannya bisa dilakukan sejak pagi. Tapi, proses pencoblosannya jam 12-13 siang,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan pencoblosan, KPU Kota Madiun akan tetap melakukan supervisi dan monitoring di lapangan. Rokhani berharap, pelaksanaan Pemilu 2019 dapat berjalan lancar, aman, dan damai. (Dhevit/irs/madiuntoday)

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019