MADIUN – Fotografer masih menjadi salah satu profesi yang populer hingga saat ini. Bukan hanya karena tingginya minat masyarakat terhadap seni fotografi. Tapi, juga banyaknya permintaan terhadap bidang jasa tersebut.

Namun, menjadi fotografer profesional tidaklah semudah mengambil gambar dengan kamera. Butuh keterampilan dan latihan yang tidak sebentar hingga mampu mengabadikan setiap detail momen.

Untuk itulah Perkumpulan Fotografer Profesi Indonesia (Fafi) terbentuk. Yakni, untuk bersama-sama mengasah dan mengembangkan kemampuan para anggotanya. Serta, menjadikan profesi fotografer lebih bermartabat.

”Fotografer bukan profesi yang mudah. Tapi sayangnya masih banyak yang memandang sebelah mata dan membayar murah untuk jasa profesi ini,” tutur Ketua Umum Fafi Djunaedi Magijanto.

Sejak berdiri pada 2010, Fafi diisi oleh fotografer profesional yang rata-rata menekuni bisnis memotret wedding, event, dan produk. Dengan adanya perkumpulan ini, mereka bisa berkumpul untuk berbagi pengalaman dan mengembangkan teknik pengambilan gambar. Juga, menetapkan standar yang sesuai dan merata bagi seluruh anggota.

Tak hanya itu, komunitas yang sekretariatnya berada di Jalan Telasih 23 ini juga sering menyelenggarakan event mengembangkan diri bagi para anggotanya. Yakni, melalui workshop fotografi dengan mendatangkan fotografer senior yang telah diakui secara nasional.

Salah satunya seperti event yang terselenggara di Sarangan beberapa waktu lalu. Mereka mengundang Dr Yuyung Abdi sebagai pemateri tema Street Wedding Photography. Perwakilan anggota dari berbagai daerah datang untuk mengikuti kegiatan yang terlaksana selama 1 hari tersebut.

Baca juga:   New Panorama Smok

Menurut pria yang akrab disapa Jun itu, anggota Fafi tersebar di seluruh Jawa Timur dan Jawa Tengah. Setiap tahun mereka menyelenggarakan pertemuan tahunan dan mengumpulkan seluruh anggota.

”Lokasinya pindah-pindah. Seperti 2017 lalu kami kumpul di Madiun, 2018 di Sidoarjo, dan 2019 ini nanti akan berlangsung di Jombang,” ungkapnya.

Selain itu, Jun selalu mengimbau kepada anggotanya untuk tak sekadar meningkatkan kemampuan di bidang fotografi. Tapi, juga memantapkan profesi mereka dengan mengikuti sertifikasi kompetensi. Dengan demikian, kemampuan mereka akan semakin diakui.

Jun berharap, ke depan profesi fotografer bisa mendapatkan perlakuan yang semestinya. ”Setiap profesi punya keistimewaan masing-masing. Begitu juga fotografer. Harapannya, tidak dipandang sekadar sebagai tukang foto saja,” tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019