Menjelang Ramadan, dua bocah kelas 4 dan 5 SD ini mangkal di Makam Cangkring. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Beragam tradisi dilakukan masyarakat Indonesia menjelang Bulan Ramadan. Misalnya seperti bersih-bersih rumah, megengan, atau padusan. Juga, berziarah kubur untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia.

Kegiatan ziarah kubur pun sering dimanfaatkan warga lainnya untuk mengais rejeki. Tak hanya orang dewasa. Anak-anak juga tak ketinggalan untuk mencari tambahan uang saku. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Diksa dan Fahri.

Menjelang Ramadan, dua bocah kelas 4 dan 5 SD ini mangkal di Makam Cangkring, Jalan Flores, Kota Madiun. Mulai pukul 08.00 hingga menjelang Maghrib, mereka menawarkan jasa kepada peziarah untuk membersihkan makam.

”Mas, makamnya mau dibersihkan?” tutur Diksa saat menawarkan jasa bersih-bersih. Keduanya tak mematok harga untuk upah jasanya itu. Bahkan, mereka langsung bekerja saat peziarah mengiyakan untuk menggunakan jasanya.

Cangkul kecil, celurit, sapu lidi, dan air menjadi senjata mereka untuk membersihkan makam. Dua bocah itupun berbagi tugas. Fahri mencabut rumput di sekitar makam. Sementara Diksa mencuci nisan dengan air. Karena tak ada kain, dia menggunakan tangannya untuk mengelap nisan.

Baca juga:   Perjuangan Ariqoh Wahyu Armadhani Raih Medali di OSN 2018

Selesai bekerja, keduanya pun berpamitan. Peziarah memberikan uang seikhlasnya sebelum dua bocah itu beranjak pergi.

Rupanya, Diksa dan Fahri tidak sendirian. Di makam itu, ada dua bocah lainnya yang menawarkan jasa serupa. Menurut mereka, kegiatan itu dilakukan sembari mengisi waktu libur sekolah awal puasa.

Saat ditanya, mereka mengaku bahwa orang tuanya mengetahui mereka bekerja di makam. Tak ada larangan dari orang tuanya. Uang hasil bersih-bersih makam akan dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan mereka. ”Buat ditabung,” katanya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019