Kisah Hafizah Muda, Jadikan Mengajar Sebagai Media Belajar

MADIUN- Tak banyak yang tahu, Kota Madiun memiliki banyak sumber daya manusia yang berprestasi. Mulai dari prestasi di bidang ilmu pengetahuan, kesenian, hingga agama. Salah satu diantaranya adalah Juairiyah (19) dan Hasnah (18). Dua gadis asli Kota Madiun yang berhasil menjadi Hafizah atau penghafal Al-Quran di usia yang tergolong muda.

Juju, sapaan akrab Juairiyah, menceritakan keinginannya untuk menjadi seorang penghafal Al-Quran dimulai sejak dirinya berada di bangku taman kanak-kanak (TK). Sejak saat itu, baik keluarga pun lingkungan, mendukungnya untuk menjadi seorang Hafizah.

Tak sampai disitu, untuk semakin memperdalam dan memperlancar ingatannya dalam menghafal Al Quran, mereka berguru ke pusat belajar Tahfidz Al Quran yang berada di Bogor.

“Dulu sekolah di TK Islam, dari sana saya mengawali menghafal Al-Quran. Mulai dari satu hari setengah lembar. Semakin naik kelas, dari TK ke MIN hingga akhirnya ke Pondok Pesantren, saya mentarget hafalan satu hari satu jus,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, di Bulan Ramadan kali ini, Juju mengtargetkan dirinya untuk khatam atau dapat menyelesaikan membaca 30 jus Al-Quran lebih dari sekali. “Kalau bisa sampai lima kali,” ujarnya.

Senada dengan Juju, Hasnah, yang juga seorang hafizah mengatakan keinginannya menjadi seorang hafizah merupakan motivasi yang muncul dari kedua orang tuanya. Gadis 18 tahun itu mengatakan, menjadi kebanggaan tersediri jika dirinya bisa menjadi seorang hafizah.

Baca juga:   Hobi Nonton Film Antarkan Alfin Setya Jadi Kolektor Action Figure Mahal Seharga Jutaan

“Maka dari itu, saya menjadi pengajar disini sekaligus sebagai media untuk selalu mengingat hafalan yang sudah saya miliki,” ungkapnya yang juga seorang pengajar di TAUD AT TA’ALLUMUMA’AN sekolah tahfidz bagi anak usia tiga hingga enam tahun.

Baik Juju dan Hasnah berpesan, jika ingin lancar menghafal Al-Quran, yang menjadi poin penting adalah niat. “Setelah itu harus ada target, berapa jus yang dihafalkan tiap harinya. Mumpung ini Bulan Ramadan, kita bisa semakin mebulatkan tekad untuk mengkhatam dan menghafal Al Quran,” jelasnya Hasnah.

Lebih lanjut Hasnah mengatakan, dengan menghafal Al Quran dirinya bisa menjadikannya sebagai pondasi dalam menjalani hidup di zaman yang semakin modern ini. (dhevit/kus/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019