MADIUN – Dinas Pendidikan Kota Madiun memusnahkan 932 blangko ijazah SD dan SMP yang tak terpakai, Jumat (10/5). Pemusnahan dengan tujuan agar sisa blangko tak terpakai itu tidak disalahgunakan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Heri Wasana menuturkan munculnya sisa blangko ijazah tersebut lantaran pengiriman yang tak sesuai dengan kebutuhan.

‘’Pada saat tahun ajaran 2018/2019, kami banyak menerima kiriman blangko Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. Padahal, sekolah di Kota Madiun sebagian besar sudah menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2013. Makanya ada kelebihan,’’ kata Heri.

Dia menyebut pemusnahan sudah sesuai prosedur. Pun, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait. Sisa blangko ijazah tersebut tidak perlu dikembalikan. Namun, cukup dimusnahkan di daerah terkait.

Pemusnahan blangko ini terbagi atas 158 blangko ijazah SD dan 774 blangko ijazah SMP. Heri menyebut sebagian blangko tersebut juga telah rusak. Pihaknya juga menggandeng kepala sekolah hingga kepolisian dalam pemusnahan. Melalui pemusnahan diharapkan tidak ada penyalahgunaan blangko ijazah oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Baca juga:   Buka Layanan Online 24 Jam, Masyarakat Makin Mudah Urus Dokumen Kependudukan

‘’Teknologi sekarang ini kan sudah sangat canggih. Bisa saja, ada oknum yang mengambil satu dua blanko untuk kemudian diisi sendiri. Tentu hal ini melanggar hukum dan dapat dipidanakan. Sebelum itu terjadi, kami berupaya mencegah dengan memusnahkan sisa blangko yang tidak terpakai ini,’’ imbuhnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)