BSN Lakukan Evaluasi Tahap Pertama Calon IKM Ber-ISO Di Kota Madiun

MADIUN- Dalam rangka menindaklanjuti kerjasama yang dilakukan oleh Pemkot Madiun dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN), pada Jumat (10/5) tim dari BSN pusat dan provinsi Jawa Timur mengunjungi dua Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Kota Madiun. Yakni IKM pecel dan madumongso milik Bu Danu serta Batik Murni.

Setalah pada bulan lalu, kedua IKM tersebut telah dikunjungi oleh BSN pusat berkaitan dengan pengecekan secara langsung, terkait fasilitasi apa saja yang dibutuhkan oleh para pelaku IKM guna mendapatkan ISO 9001 (International Organization for Standardization).

“Sebagai langkah awal BSN melakukan pengecekan terkait teknis. Mulai dari produksi, manajemen sampai pemasarannya. Nanti hasil akhirnya akan kita evaluasi untuk selanjutnya kita bimbing dan fasilitasi guna mendapatkan sertifikasinya,” jelas Kepala Kantor Layanan Teknis BSN cabang Surabaya Yuniar Wahyudi.

Untuk pengecekan pada hari ini dilakukan secara terpisah di dua tempat. Hal ini dikarenakan data-data yang dibutuhkan terkait penilaian kelayakan menuju sertifikasi berbeda. Berdasarkan penuturan Yuniar, untuk penilaian terhadap pecel dan madumongso sendiri lebih mendetail.

“Penilaian untuk produk makanan nanti harus ada GMP (Good Manufacturing Practices) itu penilaiannya lebih rinci. Setelah kita mendapatkan data pertama akan kami evaluasi. Hasilnya hari ini akan kita ketahui bersama sekitar tiga hingga empat minggu kedepan,” ujarnya.

Baca juga:   UMKM Kota Karismatik Siap Sambut Revolusi Industri 4.0

Setelah diketahui hasilnya, kata dia, BSN akan mulai melakukan bimbingan terkait apa saja kriteria-kriteria yang belum dimiliki oleh IKM tersebut. Kemudian setelah dibimbing, BSN akan memberikan fasilitas secara penuh agar IKM mendapatkan ISO.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun Apri Tri Yudianto mengatakan, bahwa untuk suatu IKM mendapatkan ISO jika ingin ditempuh lewat jalur mandiri pasti akan memakan biaya yang banyak.

“Maka dari itu, adanya fasilitasi dari BSN Jatim ini diharapkan mampu mendongkrak IKM di Kota Madiun agar lebih meningkat. Baik standar, produktifitas dan hasil produksinya. Nanti akan dipilih salah satu dari dua IKM ini yang akan diberikan ISO,” ungkapnya.

Apri berharap, dengan adanya IKM yang terstandardisasi internasional, hal tersebut mampu meotivasi IKM lain untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. Sehingga, pasar dapat percaya dengan produk yang mereka ciptakan.
(dhevit/kus/madiuntoday)