Jelang Mudik Lebaran, PT KAI Dorong Normalisasi 33 Perlintasan Sebidang

MADIUN – Meski sudah ada berbagai peringatan dan larangan, peristiwa temperan antara pejalan kaki atau pengendara motor dengan kereta api masih saja terjadi. Apalagi, pada perlintasan sebidang atau tidak berpalang pintu.

Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP 7 Madiun, peristiwa temperan akibat pelanggaran sejak awal 2019 hingga April lalu sebanyak 22 kejadian. Di antaranya, 4 meninggal dunia dan tiga orang luka-luka.

‘’Ini membuktikan bahwa masyarakat belum sepenuhnya paham terhadap keselamatan diri, terutama di jalur kereta api,’’ tutur Manager Humas DAOP 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko.

Karenanya, untuk menghindari kejadian serupa, perlintasan sebidang yang tidak mengantongi izin resmi harus ditutup. Berdasarkan data per 9 Mei 2019, terdapat 50 perlintasan yang akan dilakukan normalisasi/penutupan (quickwins) di wilayah Daop 7 Madiun. ‘’Penutupan perlintasan yang tidak mengantongi izin dilakukan oleh pemerintah atau pemerintah daerah,’’ imbuhnya.

Baca juga:   Penasaran dengan Pemenang Kontes Modifikasi Mobil dan Motor Pekan Cukai Pemkot Madiun?...

Sejak bulan Januari hingga Mei 2019, sebanyak 17 perlintasan sudah dinormalisasi atau ditutup. Sehingga, masih ada 33 perlintasan yang rencananya akan dilakukan hal serupa. Tujuannya, untuk meningkatkan keselamatan perjalanan KA di wilayah Daop 7 Madiun. ‘’Terutama, menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2019 serta aktifnya jalur ganda di beberapa wilayah Daop 7 Madiun,’’ terang Ixfan.

Adapun 33 perlintasan yang akan ditutup pada tahun 2019 ini antara lain, tiga di Kabupaten Jombang, tiga di Kabupaten Nganjuk, tiga di Kabupaten Madiun, satu di Kabupaten Magetan, 12 di Kabupaten Ngawi, tiga di Kabupaten Blitar, dan delapan di Kabupaten Kediri.

“Diharapkan dengan penutupan perlintasan tersebut ke depan tidak ada lagi kejadian temperan,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)