MADIUN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, seringkali terjadi lonjakan permintaan kebutuhan pokok di pasaran. Dengan demikian, akan meningkatkan potensi terjadinya inflasi. Karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah melakukan langkah antisipasi.

“Mulai persiapan, rapat koordinasi di TPID, operasi pasar, dan melalui dialog ini untuk mensosialisasikan kepada masyarakat,” tutur Sekretaris Daerah Kota Madiun Rusdiyanto usai melaksanakan dialog interaktif yang diselenggarakan salah satu stasiun televisi lokal, Rabu (15/5).

Dalam dialog interaktif tersebut juga menghadirkan perwakilan Bank Indonesia Kediri, Kepala Bulog Sub Divre Madiun Sugeng Hardono, dan Kabagren Polresta Madiun. Dengan disampaikannya pesan dialog ini, harapannya masyarakat Kota Madiun lebih bijak dalam berbelanja mencukupi kebutuhan Lebaran. “Nanti kami akan buat sosialisasi untuk masyarakat agar lebih bijak untuk berbelanja,” katanya.

Mengingat budaya masyarakat jelang Lebaran, konsumsi barang kebutuhan tidak seperti biasanya. Sekda mencontohkan, pada 10 hari menjelang Lebaran masyarakat biasanya membuat kue. Kemudian, malam 21-an dan berbagai selamatan lainnya. Sehingga sebelum lebaran, permintaan sudah dipastikan lebih tinggi dari hari-hari normal.

Baca juga:   Pemkot Lelang 82 Kendaraan Pakai Sistem Closed Bidding

Upaya untuk menekan inflasi yang dilaksanakan TPID merupakan hasil rakor dan rekomendasi dari Bank Indonesia. Salah satunya dengan mensosialisasikan kebutuhan pangan di Kota Madiun tetap tersedia. “Kami yakinkan stok pangan di Kota Madiun mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Lebaran, hari H, sampai pasca Lebaran,” tegasnya.

Sekda menuturkan bahwa dari hasil operasi pasar, harga-harga kebutuhan pangan saat ini masih stabil. Bahkan, ada kebutuhan pokok yang cenderung turun. “Ini yang menjadi konsentrasi TPID, terus dipantau dan dijaga sehingga inflasi tidak terjadi,” pungkasnya. (nurdiono/adit/diskominfo)