Tim asesor dari BAN melakukan pemantauan di sekolah secara menyeluruh dan detail. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Akreditasi merupakan salah satu faktor penting bagi lembaga pendidikan. Hal ini menjadi tolok ukur tingkat mutu pendidikan di lembaga tersebut. Sehingga, mendapatkan nilai tinggi sudah menjadi kebutuhan setiap sekolah.

Tak terkecuali di SMPN 2 Madiun. Setelah menjalani penilaian akreditasi 4 tahun lalu, kini mereka kembali melaksanakan hal serupa. Tujuannya, untuk melihat perkembangan sekolah dari tahun ke tahun.

‘’Penilaiannya memang 4 tahun sekali. Pada penilaian sebelumnya, kami sudah mendapatkan nilai 92. Yakni, masuk dalam kriteria akreditasi A,’’ tutur Kepala SMPN 2 Madiun Fatchur Rahman saat ditemui di sela-sela penilaian akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN), Kamis (16/5).

Penilaian BAN terkait mutu pendidikan sekolah meliputi 8 standar nasional pendidikan. Yakni, Standar kelulusan, isi, proses, penilaian, pengelolaan, standar PTK atau guru, sarana prasarana, dan keuangan. Karenanya, tim asesor dari BAN melakukan pemantauan di sekolah secara menyeluruh dan detail.

‘’Sebelumnya, kami telah mengisi instrumen yang dibutuhkan oleh BAN. Hari ini, tim asesor datang untuk melakukan verifikasi dan validasi sesuai instrumen yang telah kami kirimkan,’’ paparnya.

Fatchur berharap, penilaian kali ini bisa memberikan hasil yang lebih tinggi. Sehingga, mempertahankan prestasi yang telah diraih oleh sekolah yang terletak di Jalan HA Salim itu. Juga, semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SMPN 2 Madiun.

Baca juga:   Ambil PIN PPDB SMA/SMK, Sekolah Imbau Siswa Didampingi Orang Tua

Harapan serupa juga disampaikan oleh Pengawas SMPN 2 Madiun Masrub. Menurutnya, selama ini SMPN 2 Madiun telah mencapai prestasi yang cukup memuaskan. Dia berharap, prestasi itu tetap dapat dipertahankan. ‘’Kalau bisa ditingkatkan lagi,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komite SMPN 2 Madiun Agus Wiyaka mengatakan bahwa proses akreditasi bisa membawa dampak positif. Baik kepada guru, karyawan, maupun masyarakat Kota Madiun. ‘’Di dalam akreditasi ini ada pembinaan yang berkelanjutan,’’ ujarnya.

Dengan pembinaan tersebut, menurut Agus, dapat meningkatkan pola pikir guru. Sehingga, memengaruhi cara mengajarnya kepada siswa. Selanjutnya, dapat mencetak siswa-siswa berprestasi dan dapat meraih cita-cita yang diinginkan. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019