Uniknya Bluder Isi Pecel Ala ‘’Chef’’ Bachtiar, Padukan Kuliner Andalan Kota Madiun

MADIUN – Pecel dan bluder memang sudah menjadi kuliner yang melegenda di Kota Madiun. Keduanya selalu menjadi serbuan wisatawan karena memiliki cita rasa yang khas. Sambal kacang yang pedas dan kue empuk yang manis. Lalu, bagaimana jika keduanya digabung menjadi satu?

Nah, di tangan ‘’Chef’’ Bachtiar Effendi (45) kolaborasi itu bisa diwujudkan. Mengusung merk dagang ‘’Bluder Cinta’’, Bachtiar menawarkan sajian kuliner yang berbeda. Yakni, roti bluder isi pecel.

‘’Idenya memang ingin menampilkan sesuatu yang sangat khas dengan Kota Madiun. Yaitu, bluder dan pecel. Lalu, kenapa tidak keduanya kami jadikan satu,’’ tutur Bachtiar saat ditanyai idenya membuat kue unik itu.

Warga Perum Bumi Citra Legacy itu mengungkapkan bahwa dirinya terinspirasi dari kesuksesan pembuat bluder yang sudah terkenal di Kota Madiun. Kemudian, dia melakukan sedikit inovasi untuk menghadirkan paduan rasa yang khas.

Bachtiar yang tak memiliki background di bidang kuliner itupun melakukan ujicoba. Selama dua bulan dia berusaha mencari paduan resep yang pas. Setelah jadi, dia tidak langsung menjualnya. Melainkan, dicobakan kepada orang-orang terdekat dan teman untuk tes rasa. ‘’Alhamdulillah responnya positif, baru saya berani jual,’’ ujarnya.

Proses produksi Bluder Cinta masih dikerjakan sendiri oleh Bachtiar bersama sang istri, Mila Ponia (41). Mereka juga dibantu oleh putri semata wayangnya, Suroyya Adxkiya Effendi Putri ketika siswa kelas X SMA itu libur.

Karena masih dikerjakan sendiri, maka harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Yakni, hanya Rp 5 ribu per bluder. Bachtiar menyediakan kemasan kardus isi 1, 2, dan 6. Tergantung kebutuhan pelanggannya.

Baca juga:   Kerajinan Makrame yang Kembali Dilirik untuk Ladang Bisnis

Tentang isian pecelnya, Bachtiar menggandeng pelaku UMKM daerah. Sehingga, terjadi simbiosis mutualisme dari bisnis tersebut. Bachtiar mendapatkan pecel untuk isi bludernya. Sedangkan, pengusaha pecel mendapatkan tempat untuk menjual produknya.

Selain pecel, pria kelahiran Banyuwangi itu juga memproduksi bluder isi markisa, lemon, coklat, strawberry, kismis, dan keju. Namun, untuk isian pecel, markisa, dan lemon dibuat berdasarkan pesanan saja.

Kini, Bluder Cinta memang baru sekitar 4 bulan beroperasi. Namun, respon masyarakat terhadapnya cukup baik. Tak sedikit yang penasaran dengan rasanya. Ini terbukti dengan jumlah pesanan yang semakin meningkat. ‘’Yang awalnya hanya bikin 24 per hari, meningkat jadi 100, lalu sampai sekarang 250 bungkus per hari,’’ ungkapnya.

Untuk pemasaran produk, Bachtiar memanfaatkan media sosial sebagai sarana penjualan. Seperti Facebook dan Instagram. Dia juga menyediakan produk siap jadi di rumah jika ada pesanan mendadak. Satu kue bluder mampu bertahan hingga 7 hari dalam suhu ruangan. Sehingga, dapat bertahan ketika dikirim ke luar kota.

Ketika ditanya asal mula nama merk dagangnya, Bachtiar menjawab ringan. Bluder Cinta pertama kali dipasarkan pada Bulan Februari. Bulan yang identik dengan kasih sayang. ‘’Kami cari nama yang mudah diingat masyarakat. Akhirnya, diputuskan namanya Bluder Cinta,’’ bebernya.

Ke depan, Bachtiar berharap produknya bisa semakin diterima oleh masyarakat. Selain itu, dapat menjadi ikon baru bagi Kota Madiun. Dia juga berencana mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi. ‘’Rencananya tahun depan akan membuat pabrik produksi yang lebih besar. Semoga bisa tercapai,’’ harapnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)