MADIUN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Madiun cukup tinggi belakangan. Tercatat 51 kasus yang ditangani RSUD Kota Madiun hingga pertengahan Mei ini. Bahkan, jumlah kasus mencapai ratusan lebih jika diakumulasi sejak Januari lalu. Kewaspadaan tentu harus ditingkatkan.

Berbagai upaya pencegahan dilakukan Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kesehatan dan KB setempat. Mulai penyuluhan kepada masyarakat, siaran keliling, pemantauan jentik berkala oleh kader juru pemantau jentik (Jumantik) dan petugas Puskesmas, rapat kelompok kerja operasional (Pokjanal) DBD, koordinasi dengan rumah sakit, Komunikasi Informasi Edukasi (KIE), pencanangan dan sosialisasi gerakan 1 rumah 1 jumantik, dan fogging fokus.

‘’Untuk fogging kita sudah melaksanakan sebanyak 82 fokus. Artinya sudah ada 164 kegiatan fogging di masyarakat dalam sepuluh hari terakhir,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun Agung Sulistya Wardani.

Namun, itu saja tentu tidak cukup. Butuh perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat. DBD disebabkan virus dengue yang ditularkan nyamuk aedes agepty. Tak heran, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui metodr 4M penting dilakukan. Yakni, menguras bak penampungan air minimal satu minggu sekali, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang dimungkinkan dapat menjadi habitat nyamuk, dan memantau wadah penampungan air dan bak sampah.

Sedang, plusnya merupakan kegiatan pencegahan dari gigitan nyamuk. Di antaranya, menaburkan bubuk lavarsida, menggunakan obat nyamuk, menggunakan kelambu, memelihara ikan pemangsa jentik, menanaman tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi, dan menghindari kebiasaan menggantung baju.

Baca juga:   Ada Gowes Malam Bareng Walikota Rabu Nanti, Ini Rute dan Kegiatan di Dalamnya

‘’Percuma dilakukan fogging jika kegiatan PSN 4M plus tidak dilakukan secara rutin. Karena fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa yang sudah terbang. Sedang, jentik-jentiknya tetap bisa hidup dan menjadi nyamuk dewasa. Makanya, PSN ini penting,’’ tegasnya.

Wardani menambahkan PSN 4M plus merupakan tindakan pencegahan paling efektif, murah, dan bisa dilakukan siapa saja. PSN ini wajib membudaya di masyarakat. Sebab, jentik nyamuk ini kebanyakan ada di pemukiman masyarakat. Oleh karena itu PSN merupakan kegiatan utama yang harus dilakukan masyarakat secara rutin dan terus menerus melalui gerakan 1 rumah 1 Jumantik.

‘’Tidak semua kasus DBD bisa dilakukan fogging. Pengasapan wajib mengikuti aturan. Yakni, hasil penyelidikan epidemiologi oleh Puskesmas pada kasus penderita DBD atau DD (demam dengue),’’ jelasnya.

Selain itu, wajib adanya tersangka penderita lain di sekitar penderita utama. Minimal tiga orang panas tanpa sebab yang jelas dan lima persen dari rumah yang diperiksa ditemukan adanya jentik baru. Wardani menambahkan fogging baru dapat dilakukan jika unsur-unsur tersebut terpenuhi. Hal itu sudah menjadi ketentuan pemerintah. Sebab, fogging sejatinya menggunakan zat kimia yang penggunaannya wajib dibatasi. Bahkan, disejumlah kasus pernah menyebabkan kematian hewan piaran seperti burung dan kucing. Tak heran, fogging tidak dapat sembarangan.

‘’PSN dengan 4M plus tetap yang terpenting. Mari kita bersama-sama melakukan PSN 4M plus di lingkungan rumah, lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat agar terbebas dari penyakit DBD,’’ pungkasnya sembari menyebut penanggulangan kasus DBD sulit dilakukan tanpa partisipasi masyarakat dalam gerakan PSN. (ws hendro/agi/madiuntoday)