MADIUN – Hari raya Idul Fitri sebentar lagi. Berbagai persiapan terus dilakukan menjelang perayaan hari besar umat muslim tersebut. Salah satunya, terkait keamanan. Rapat koordinasi digelar guna memantapkan persiapan sejak dini.

‘’Kota Madiun merupakan kota tujuan. Diperkirakan ada jutaan orang yang melintas dan datang di Kota Madiun. Tentu ini wajib menjadi atensi tersendiri,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu usai Rakor Ops Ketupat Semeru 2019 di Mapolres Kota Madiun, Senin (20/5).

Berbagai hal mengemuka saat rakor. Salah satunya, pemetaan titik rawan kecelakaan, kepadatan, dan kriminalitas. Titik rawan kecelakaan di antaranya, jalur Jiwan-Magetan dan ring road Madiun. Sedang, rawan kepadatan berada di Jalan Basuki Rahmat tepatnya di titik sebelum dan sesudah perlintasan rel, Jalan Pahlawan tepat Plaza Madiun dan Plaza Lawu serta depan Pasar Besar Madiun. Masyarakat diminta untuk waspada.

“Kalau titik kemacetan tidak ada. Yang ada titik kepadatan. Makanya hari ini kita gelar rakor untuk mencari solusi. Salah satunya adanya penambahan durasi lampu hijau di sejumlah titik,” ujarnya.

Pihaknya bakal menempatkan tujuh pos yang terdiri dari lima pos pengamanan dan dua pos pelayanan. Titiknya, mulai Alun-alun, Jalan Pahlawan, Sun City mall, Jiwan, Pasar Besar Madiun, Terminal Purboyo dan Stasiun Madiun. Sedang, personel yang disiagakan sekitar 390 yang terdiri dari Kepolisian, TNI, Satpol PP, Dishub, SENKOM, petugas kesehatan, dan, Damkar. Nasrun menambahkan petugasnya bakal berbagi tugas. Mulai standby hingga berpatroli keliling. Sebab, tak sedikit juga rumah warga yang ditinggalkan kosong untuk mudik. Nasrun menghimbau agar masyarakat yang meninggalkan rumah melapor kepada petugas agar menjadi salah satu atensi patroli.

Baca juga:   Lewat Jagongan, Forkopimda Ajak Pedagang Pasar Ciptakan Pemilu Damai

“Jangan lupa untuk mematikan semua sumber api, listrik, dan sumber kebakaran lain sebelum ditinggalkan. Bahaya kebakaran juga menjadi salah satu kejadian yang cukup sering,” imbuhnya sembari menyebut ops dimulai 28 Mei hingga 10 Juni dan dengan diawali ops penyakit masyarakat (Pekat)

Walikota Madiun Maidi menuturkan Pemkot tentunya turut berpartisipasi dalam pengamanan lebaran. Salah satunya, dengan memperbanyak lampu penerangan jalan. Walikota memastikan jalan bakal semakin terang. Begitu juga dengan gapura perbatasan. Pengecatan juga dilakukan pada median jalan agar tampak baru. Selain itu, terpadat beragam bunga yang akan mempercantik wajah kota. Walikota berharap masyarakat yang mudik nyaman dan senang.

“Kalau masyarakat nyaman harapannya betah dan kembali lagi ke Kota Madiun. Tatkala banyak yang kembali maka tingkat kunjungan tinggi dan pastinya meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya. (ws hendro/agi/diskominfo)