Kerajinan Tangan Hingga Pangruti Layon Sambut Juri Kota Layak Lansia di Madiun

MADIUN – Paduan suara dari para lansia (lanjut usia) menggema di sepanjang Jalan Elang, Manguharjo, Kota Madiun. Dengan kompak mereka menyanyikan lagu-lagu nasional hingga mars lansia. Kegiatan itu dilakukan dalam rangka menyambut tim juri dari Provinsi Jawa Timur yang meninjau Kota Madiun terkait penilaian Kota Layak Lansia.

Tahun ini, Kota Madiun mendapatkan peringkat lima besar terbaik se-Jatim untuk Kota Layak Lansia. Karenanya, tim juri memastikan langsung ke lokasi agar dapat menentukan layak atau tidaknya Kota Madiun mendapatkan predikat tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, para lansia tak hanya melakukan paduan suara. Mereka juga mempraktekkan senam lansia yang biasa diikuti setiap Jumat pekan ketiga di GOR Kota Madiun. Tim juri dan Wakil Walikota Madiun Inda Raya Ayu Miko Saputri pun turut dalam gerakan senam yang enerjik itu.

‘’Ini prestasi yang luar biasa Kota Madiun meraih lima besar tingkat Jatim. Harapannya, tentu bisa meraih juara. Tapi kalau tidak, ini bisa menjadi catatan dan evaluasi untuk lebih baik lagi ke depannya,’’ tutur Wawali.

Setelah dihibur dengan gerakan senam, para juri pun menyebar ke pos-pos yang tersedia untuk melakukan penjurian. Mulai dari administrasi, posyandu lansia, melihat produk kerajinan tangan dan makanan olahan lansia, hingga proses pangruti layon yang diperagakan oleh para lansia.

Baca juga:   Tak Hanya Menindak, Ini Tugas Lain Bea Cukai

Selain itu, mereka juga mengunjungi lokasi lainnya. Seperti, Puskesmas Manguharjo sebagai lokasi pelayanan kesehatan ramah lansia, serta Taman Hercules dan Taman Gulun yang biasa digunakan sebagai area olahraga bagi lansia.

Sementara itu, Ketua Komisariat Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) Provinsi Jawa Timur Dr. Edy Purwinarto menuturkan bahwa ada beberapa kriteria Kota Layak Lansia. Salah satunya, harus ada dukungan dari pemerintah daerah untuk memfasilitasi para lansia. Mulai dari kesehatan, kesejahteraan, dan pelatihan.

‘’Misalnya, posyandu lansia maupun karang wreda. Kemudian, juga fasilitas-fasilitas kota yang ramah lansia. Contohnya, trotoar tidak dibuat tinggi agar memudahkan lansia yang melewati,’’ terangnya.

Tak hanya itu, Kota Layak Lansia juga harus didukung pula oleh masyarakatnya. Sehingga, ada hubungan yang terkait antara masyarakat yang berusia muda dan para lansia.

Terkait peninjauan lapangan yang dilakukan oleh tim juri, Edy menuturkan bahwa Kota Madiun telah memiliki standar. Itu terbukti dengan kota ini berhasil masuk dalam 5 besar terbaik tingkat Jatim. ‘’Semuanya sudah baik,’’ ungkapnya.

Edy pun mendoakan hasil yang terbaik bagi Kota Madiun. Dia juga berharap, hal yang telah berlangsung di Kota Madiun juga diikuti oleh daerah-daerah lainnya. ‘’Sehingga, menciptakan Jatim sebagai provinsi ramah lansia,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)