MADIUN – Pemerintah Kota Madiun baru saja meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terkait Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2018 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ini merupakan penghargaan kali kedua berturut-turut. Capaian tentu merupakan hasil kerja keras bersama. Selain itu, tentu berangkat dari inovasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Madiun yang terus berbenah. Perubahan ini berakar ilmu pengetahuan dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang maju.

‘’Ketika teman-teman dari OPD terus berinovasi, capaian WTP bukan hal yang sulit lagi,” kata Walikota Maidi saat menutup Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV Angkatan I tahun 2019 di Balai Pendidikan dan Pelatihan Pemkot Madiun, Rabu (22/5).

Walikota berharap, peserta diklatpim dari pejabat eselon IV tersebut dituntut untuk terus menunjukkan kinerjanya. Pengetahuan, keahlian, ketrampilan, dan sikap sebagai eselon IV semakin ditingkatkan. Wajib menjaga profesionalitas yang dilandasi kepribadian dan etika ASN. Selain itu, terus memantapkan sikap serta semangat yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga:   Montor Kijang Juara Satu-Mesin Untir-unti Juara Dua

Sebanyak 28 eselon IV pejabat struktural Pemkot Madiun telah digodok selama 104 hari. Pelaksanaan Diklatpim dimulai sejak 4 Februari sampai 22 Mei 2019. Besar harapan Pemkot kepada peserta untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi Kota Madiun.

‘’Ketika tidak ada perubahan setelah lulus, berarti Diklatpim yang diselenggarakan tidak optimal,” ungkap Walikota.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Madiun Haris Ramanudin menyampaikan terdapat lima tahapan pembelajaran yang disampaikan pada Diklatpim kali ini. Mulai tahap diagnosa kebutuhan organisasi, taking ownership, tahap merancang perubahan dan membangun tim, tahap laboratorium kepemimpinan, dan tahap evaluasi. Diklat menghadirkan tenaga pengajar Widya Iswara Badan Diklat Provinsi Jawa Timur dan Dosen dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Namun, hanya 27 orang yang dinyatakan lulus. Kelulusan seorang lainnya terpaksa tertunda lantaran tidak mengikuti ujian. Dari peserta yang dinyatakan lulus, sepuluh peserta di antaranya dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Sementara 17 lainnya mendapat predikat memuaskan. (nurdiono/lucky/adit/diskominfo)