Padukan Tradisional dan Religi, Festival Ramadan Hari Pertama Sedot Perhatian Warga

MADIUN- Ada yang berbeda dengan suasana malam Kota Madiun, Selasa (21/5). Tepatnya di Alun-alun Kota Madiun, keramaian terlihat terpusat disana. Tak heran, pasalnya Kota Pecel jadi tuan rumah Festival Ramadan se-Bakorwil Madiun.

Festival Ramadan yang baru pertama kali digelar di Kota Madiun ini, membawa nuansa bulan suci yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Beragam kegiatan menarik tersaji. Mulai dari lomba nasyid, kreasi patrol, hingga bazar makanan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan acara kali ini merupakan wujud kebersamaam masyarakat Jawa Timur dalam menyambut bulan suci Ramadan.

“Kebersamaan dari semua elemen masyarakat tercermin dalam seni religiusitas di acara ini. Selain itu juga lewat lomba-lomba yang ada, para anak muda mamou berinovasi dengan varian lokal seperti patrol kreasi,” ungkapnya.

Pertunjukkan musik patrol dimainkan secara berkelompok dengan kentongan yang berbeda-beda ukurannya. Setiap kentongan ini memiliki suara yang berbeda. Sehingga penataan suara sangat diperlukan dalam musik patrol ini.

Baca juga:   Senam Bersama, Jadi Ajang Deklarasikan Anti Kerusuhan Polres Madiun Kota

Musik patrol sendiri, merupakan kesenian khas dari Jawa Timur yang secara turun temurun dimainkan. Pada zaman dahulu musik patrol digunakan untuk membangunkan warga apabila terjadi pencurian ataupun bencana. Setelah berkembangnya Agama Islam di Jawa Timur, kentongan ini kemudian digunakan pada saat bulan Ramadan untuk membangunkan warga untuk sahur.

Dalam kegiatan hari ini, beberapa perwakilan grup musik patrol menunjukkan kebolehannya. Seperti perwakilan dari Polresta Madiun, Ponorogo hingga Pacitan.

Selain itu, beragam stand makanan tersaji. Mulai dari makanan ringan hingga berat semuanya ada untuk memanjakan perut pengunjung. Kegiatan yang akan diselenggarakan hingga esok hari Rabu (26/5) ini tiap harinya akan menampilkan lomba-lomba seni religi berbeda dari peserta se-Bakorwil Madiun.

Walikota Maidi berharap agar kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda rutin tahunan. Sehingga tak hanya mampu menghibur masyarakat namun juga mampu menambah jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Madiun. (dhevit/kus/madiuntoday)