Ambil PIN Sekaligus Tandai Titik Koordinat Lokasi Rumah PPDB SMA/SMK 2019

MADIUN – Tahap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 untuk SMA/SMK sebentar lagi dimulai. Senin (27/5), para calon siswa akan melaksanakan pengambilan PIN untuk mendaftar di sekolah yang dituju. Proses pengambilannya bisa dilakukan di SMA/SMK terdekat.

Mempersiapkan hal itu, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur melaksanakan kegiatan pembekalan bagi operator sekolah, Kamis (23/5). Yakni, dengan materi bimbingan teknis (bimtek) pelayanan pengambilan PIN.

Pada kesempatan itu, Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dindik Jatim Indah Andayati menuturkan bahwa peran operator PPDB sangat penting untuk sekolah. Terutama, karena terdapat perubahan dalam proses PPDB tahun ini.

Indah menjelaskan, tahun ini pengambilan PIN tidak hanya digunakan untuk mendaftar di SMA/SMK yang dituju. Melainkan juga sebagai penanda titik koordinat lokasi rumah dengan sekolah.

Penentuan titik koordinat tersebut juga berlaku untuk kuota dengan menggunakan NUN (Nilai Ujian Nasional) maupun jalur offline. Data penentuan lokasi tempat tinggal tersebut nantinya akan dimasukkan dalam database siswa.

Baca juga:   MAN 1 Kota Madiun Terapkan PAS Berbasis Android

“Jadi mereka (operator) memandu siswa dan wali murid untuk menandai rumahnya pada peta (map). Dari situ, nanti mereka bisa mempertimbangkan mau sekolah di mana,” terang Indah.

Pengambilan PIN, lanjutnya, bisa dilakukan di SMA/SMK terdekat dengan membawa persyaratan yang dibutuhkan. Yaitu, kartu keluarga (KK) asli dan fotokopi, surat keterangan lulus, serta nomor peserta ujian nasional siswa.

”Tidak perlu membawa surat keterangan domisili. Karena KK saja sudah cukup,” imbuhnya.

Sementara itu, bagi siswa yang mendaftar SMK wajib menyertakan surat keterangan sehat dari puskesmas dan rumah sakit saat pengambilan PIN.

”Meskipun tidak masuk dalam aturan zonasi, proses penyeleksian PPDB SMK akan menggunakan NUN. Untuk tes keahlian akan dikembalikan pada kebijakan di masing-masing sekolah,” paparnya.

Pengambilan PIN hanya bisa dilakukan untuk satu jenjang SMA saja atau SMK saja. Karena itu, para peserta diminta untuk mempertimbangkan pilihannya sebelum melakukan pengambilan PIN. (Dhevit/irs/madiuntoday)