PPDB SMA, Jarak Rumah-Sekolah Jadi Salah Satu Acuan Penerimaan

Penerimaan Siswa Luar Kota Makin Dibatasi

MADIUN – Berakhirnya masa libur Lebaran 2019 juga menandai dibukanya kembali proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Khususnya, bagi jenjang SMA/SMK sederajat. Calon siswa yang belum melakukan pengambilan PIN, bisa langsung menuju sekolah terdekat.

Senin (10/6), siswa dan orang tuanya sudah tampak memenuhi gerbang sekolah sejak sebelum pukul 07.00. Salah satunya tampak di depan SMAN 5 Madiun. Padahal, pada jam tersebut gerbang sekolah juga belum dibuka.

Proses pengambilan PIN dapat dilakukan di SMA/SMK terdekat. ”Tidak harus di sekolah yang ingin dituju. Misalnya tujuannya ke SMAN 1, ambil PIN bisa di SMA 2, 6, 4, dan sebagainya,” tutur Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Madiun Imron Rosidi.

Tahun ini, pemerintah menetapkan pendaftaran SMA/SMK melalui jalur offline dan online. Pendaftaran offline terdiri dari jalur prestasi, jalur perpindahan orang tua, dan jalur keluarga tidak mampu. Sedangkan, pendaftaran online berlaku bagi jalur zonasi atau reguler.

Meski demikian, ada perubahan kuota penerimaannya. Terutama, bagi siswa luar kota yang ingin bersekolah di daerah yang bukan domisilinya atau tidak sesuai KK.

Misalnya, siswa asal Kota A ingin bersekolah di Kota B. Tahun lalu, pemerintah masih menyediakan banyak kuota melalui jalur-jalur tertentu. Namun, tahun ini hanya dibatasi melalui jalur perpindahan orang tua saja.

”Contohnya, calon siswa yang orang tuanya pindah kerja ke kota lain. Siswa itu bisa mendaftar di sekolah sesuai lokasi penempatan orang tuanya. Hal ini dibuktikan dengan surat tugas dari kantor orang tuanya,” terang Imron.

Sedangkan, kuota 5 persen pada jalur prestasi hanya berlaku bagi calon siswa yang memiliki prestasi akademik maupun non akademik dan NUN SMP tertinggi di luar zona tapi domisilinya masih di dalam satu kota/kabupaten.

Baca juga:   SMPN 1 Sabet Hasil UN Terbaik Se-Kota Madiun

”Karena Kota Madiun hanya 1 zona, maka aturan tersebut tidak berlaku antarzona. Tapi, siswa tetap bisa mendaftar melalui jalur prestasi dengan ketentuan seperti yang terlampir dalam juknis,” imbuhnya.

Aturan tersebut, menurut Imron, bukan sebagai pembatasan siswa luar daerah untuk masuk ke Kota Madiun. Melainkan, sebagai upaya pemerataan kualitas pendidikan seperti yang ingin diraih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

”Harapannya, seluruh daerah di Indonesia memiliki kualitas pendidikan yang sama. Tidak ada istilah sekolah unggulan atau sekolah favorit. Semuanya bagus,” ujarnya.

Sementara itu, proses pengambilan PIN dilayani hingga 20 Juni 2019. Sedangkan, pendaftaran jalur offline dibuka mulai 11-13 Juni 2019. Setelah pengumuman jalur offline pada 17 Juni 2019, baru dibuka pendaftaran jalur online mulai 17-20 Juni 2019.

”Kami mengimbau siswa untuk benar-benar memantapkan pilihannya. Karena setelah input, berkas tidak bisa ditarik kembali,” ungkapnya.

Selain itu, pada pendaftaran online juga diberlakukan 50 persen kuota penerimaan peserta didik baru dengan mempertimbangkan jarak antara sekolah dan rumah. Semakin dekat jarak rumah dengan sekolah, semakin besar pula kesempatan untuk diterima. ”Karena itu, ada baiknya pilihan sekolah didiskusikan dengan orang tua,” tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019